Menegaskan Esensi PPKM
Senin, 01 Februari 2021 - 05:05 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan, kasus Covid-19 kini sudah semakin dekat dengan kita. Jika dulu di awal pandemi kita hanya melihat berita ada orang yang terkena virus, lalu dikarantina atau di rawat, kini kasus Covid-19 sudah ada di lingkungan sosial terkecil, keluarga. Di sinilah perlunya kita terus waspada dan tidak boleh kendor menerapkan protokol kesehatan yang disarankan pemerintah.
Merespons semakin banyaknya kasus positif di lingkungan terdekat seperti tingkat RT/RW, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pekan lalu menegaskan kembali pentingnya pembatasan sosial di masyarakat agar penularan Covid-19 bisa lebih dikendalikan. Presiden, seperti dikutip Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, bahkan ingin agar penerapan PPKM di tingkat rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW).
Saat rapat terbatas di Istana Bogor, Jumat (29/01/21) Jokowi juga menekankan bahwa esensi dari PPKM adalah membatasi mobilitas. Sayangnya, Presiden melihat implementasinya justru masih lemah dan tidak konsisten.
Apa yang dikatakan Presiden bukan tanpa alasan. Jika diamati di lapangan, penerapan protokol kesehatan di masyarakat memang belum seragam. Masih banyak orang-orang berkumpul tanpa masker dan tidak menjaga jarak. Pemandangan seperti ini bisa dilihat dari level RT/RW hingga di tempat umum seperti warung makan di luar pusat perbelanjaan.
Dalam rapat tersebut Kepala Negara juga menginstruksikan kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas agar dalam penerapan kebijakan berikutnya turut terlibat dan intens di lapangan. Presiden ingin agar instansi-instansi itu memberikan contoh kedisiplinan serta sosialisasi dengan melibatkan para tokoh masyarakat dan agama mengenai protokol kesehatan sebagai bagian dari kebijakan pembatasan itu.
Merespons semakin banyaknya kasus positif di lingkungan terdekat seperti tingkat RT/RW, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pekan lalu menegaskan kembali pentingnya pembatasan sosial di masyarakat agar penularan Covid-19 bisa lebih dikendalikan. Presiden, seperti dikutip Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, bahkan ingin agar penerapan PPKM di tingkat rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW).
Saat rapat terbatas di Istana Bogor, Jumat (29/01/21) Jokowi juga menekankan bahwa esensi dari PPKM adalah membatasi mobilitas. Sayangnya, Presiden melihat implementasinya justru masih lemah dan tidak konsisten.
Apa yang dikatakan Presiden bukan tanpa alasan. Jika diamati di lapangan, penerapan protokol kesehatan di masyarakat memang belum seragam. Masih banyak orang-orang berkumpul tanpa masker dan tidak menjaga jarak. Pemandangan seperti ini bisa dilihat dari level RT/RW hingga di tempat umum seperti warung makan di luar pusat perbelanjaan.
Dalam rapat tersebut Kepala Negara juga menginstruksikan kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas agar dalam penerapan kebijakan berikutnya turut terlibat dan intens di lapangan. Presiden ingin agar instansi-instansi itu memberikan contoh kedisiplinan serta sosialisasi dengan melibatkan para tokoh masyarakat dan agama mengenai protokol kesehatan sebagai bagian dari kebijakan pembatasan itu.
Lihat Juga :