Panglima TNI: Kehadiran Vaksin Beri Harapan Baru dan Pandemi Dapat Dikendalikan
Sabtu, 30 Januari 2021 - 20:41 WIB
loading...
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat disuntik vaksin COVID-19. Panglima menyatakan mendukung vaksinasi nasional. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyatakan mendukung vaksinasi COVID-19 nasional yang sedang dilakukan oleh pemerintah. TNI bahkan mengerahkan 91.817 personel dan menyiapkan 109 Rumah Sakit TNI di 34 provinsi di seluruh untuk menyukseskan program tersebut.
"Dalam mendukung vaksinasi nasional, TNI telah menyiapkan personel, material dan alutsista untuk mengawal dan mengamankan distribusi Vaksin Covid-19 ke daerah-daerah," kata Panglima TNI saat menjadi pembicara kunci pada Webinar bertajuk "Vaksin Covid-19 Untuk Indonesia Bangkit", Sabtu (30/1/2021).
Dalam kesempatan itu, Panglima TNI menyampaikan, keterlibatan TNI dalam membantu penanganan pandemi COVID-19, dimulai dari penjemputan dan karantina 238 orang WNI dari Wuhan pada akhir Januari 2020. Selanjutnya pembentukan Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) TNI di Natuna, di Pulau Sebaru Kecil, Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang, dan Rumah Sakit Lapangan Indrapura.
Baca juga: Menkes: Vaksinasi COVID-19 untuk Tenaga Publik Dimulai Maret
"TNI selalu berada di garis depan dalam setiap upaya menjaga negara dan bangsa dari setiap ancaman, termasuk ancaman wabah penyakit seperti pandemi Covid-19 saat ini. Prajurit TNI dan tenaga kesehatan TNI selalu menjadi frontliner dalam penanganan pandemi adalah aset penting yang harus dijaga dan diapresiasi," katanya.
"Dalam mendukung vaksinasi nasional, TNI telah menyiapkan personel, material dan alutsista untuk mengawal dan mengamankan distribusi Vaksin Covid-19 ke daerah-daerah," kata Panglima TNI saat menjadi pembicara kunci pada Webinar bertajuk "Vaksin Covid-19 Untuk Indonesia Bangkit", Sabtu (30/1/2021).
Dalam kesempatan itu, Panglima TNI menyampaikan, keterlibatan TNI dalam membantu penanganan pandemi COVID-19, dimulai dari penjemputan dan karantina 238 orang WNI dari Wuhan pada akhir Januari 2020. Selanjutnya pembentukan Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) TNI di Natuna, di Pulau Sebaru Kecil, Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang, dan Rumah Sakit Lapangan Indrapura.
Baca juga: Menkes: Vaksinasi COVID-19 untuk Tenaga Publik Dimulai Maret
"TNI selalu berada di garis depan dalam setiap upaya menjaga negara dan bangsa dari setiap ancaman, termasuk ancaman wabah penyakit seperti pandemi Covid-19 saat ini. Prajurit TNI dan tenaga kesehatan TNI selalu menjadi frontliner dalam penanganan pandemi adalah aset penting yang harus dijaga dan diapresiasi," katanya.
Lihat Juga :