Konsep Presisi Kapolri Diuji di Kasus Rasisme Ambroncius dan Abu Janda
Jum'at, 29 Januari 2021 - 13:16 WIB
loading...
Konsep presisi yang digaungkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendapatkan ujian dalam kasus dugaan rasisme oleh dua orang yang mengklaim sebagai pendukung Presiden Jokowi. Foto: Setpres/Agus Suparto
A
A
A
JAKARTA - Kasus dugaan ujaran rasisme kepada mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai terus menggelinding. Setelah menetapkan Ambroncius Nababan sebagai tersangka dan menahan pria yang mengklaim sebagai relawan Pro Jokowi Amin (Projamin), Polri kembali memperoleh "pasien".
Dia adalah Abu Janda, aktivis yang juga dikenal sebagai salah satu buzzer pendukung pemerintah. Akuntwitternya, @permadiaktivis1dilaporkanKetua Umum DPP KNPI Haris Pertama dengan tuduhan melakukan ujaran rasisme yang sama kepada Natalius Pigai.
Abu Janda yang mengklaim sebagai kader Nahdlatul Ulama (NU) melaporkan balik Haris dengan tuduhan mencemarkan nama baik. Lebih dari itu, Abu Janda menantang untuk melihat laporan siapa yang akan ditindaklanjuti Polri.
(Baca:KNPI Laporkan Abu Janda, Hidayat Nur Wahid: Ujian bagi Kapolri)
Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini buru-buru memberikan klarifikasi. Helmy menegaskan bahwa apa yang diucapkan Permadi tak mewakili NU sebagai institusi. "Wah itu enggak ngerti Islam itu. Masa begitu?" ujarHelmy kepada wartawan di Gedung PBNU, Kamis (28/1/2021).
Dia adalah Abu Janda, aktivis yang juga dikenal sebagai salah satu buzzer pendukung pemerintah. Akuntwitternya, @permadiaktivis1dilaporkanKetua Umum DPP KNPI Haris Pertama dengan tuduhan melakukan ujaran rasisme yang sama kepada Natalius Pigai.
Abu Janda yang mengklaim sebagai kader Nahdlatul Ulama (NU) melaporkan balik Haris dengan tuduhan mencemarkan nama baik. Lebih dari itu, Abu Janda menantang untuk melihat laporan siapa yang akan ditindaklanjuti Polri.
(Baca:KNPI Laporkan Abu Janda, Hidayat Nur Wahid: Ujian bagi Kapolri)
Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini buru-buru memberikan klarifikasi. Helmy menegaskan bahwa apa yang diucapkan Permadi tak mewakili NU sebagai institusi. "Wah itu enggak ngerti Islam itu. Masa begitu?" ujarHelmy kepada wartawan di Gedung PBNU, Kamis (28/1/2021).
Lihat Juga :