Pilkada Digelar 2024 Bisa Jadi Bumerang buat Anies Baswedan
Rabu, 27 Januari 2021 - 18:26 WIB
loading...
A
A
A
Kendati demikian, lanjut dia, perpanjangan ini bisa juga menjadi bumerang, apabila masa perpanjangan kuasa ini diwarnai oleh kinerja yang buruk, misalnya maraknya korupsi atau dianggap gagal dalam program sosial.
Begitu juga dengan Anies Baswedan. Apabila Pilkada DKI dilasanakan pada 2024, maka Anies punya kesempatan untuk memupuk modal memperkuat citra kinerjanya.
"Namun apabila daya tahan Anies dalam kinerja tidak berbanding lurus dengan harapan warga DKI, maka perpanjangan masa Pilkada bisa menjadi bumerang," ujarnya. Baca juga: Kader Gerindra Bikin Heboh Minta Anies Baswedan Mundur, Lukmanul Hakim: Jangan Caper Deh!
Diketahui, PDIP memilih pilkada serentak dilakukan di 2024. Dengan pilihan tersebut, maka sejumlah daerah yang menggelar pilkada 2022 harus diserentakan pada 2024, termasuk pilkada DKI Jakarta. Sedangkan, jika Pilkada digelar 2024, maka masa jabatan Anies yang akan berhenti pada 2022 akan digantikan pejabat pelaksana tugas (Plt).
Begitu juga dengan Anies Baswedan. Apabila Pilkada DKI dilasanakan pada 2024, maka Anies punya kesempatan untuk memupuk modal memperkuat citra kinerjanya.
"Namun apabila daya tahan Anies dalam kinerja tidak berbanding lurus dengan harapan warga DKI, maka perpanjangan masa Pilkada bisa menjadi bumerang," ujarnya. Baca juga: Kader Gerindra Bikin Heboh Minta Anies Baswedan Mundur, Lukmanul Hakim: Jangan Caper Deh!
Diketahui, PDIP memilih pilkada serentak dilakukan di 2024. Dengan pilihan tersebut, maka sejumlah daerah yang menggelar pilkada 2022 harus diserentakan pada 2024, termasuk pilkada DKI Jakarta. Sedangkan, jika Pilkada digelar 2024, maka masa jabatan Anies yang akan berhenti pada 2022 akan digantikan pejabat pelaksana tugas (Plt).
(dam)
Lihat Juga :