Pilkada Digelar 2024 Bisa Jadi Bumerang buat Anies Baswedan
Rabu, 27 Januari 2021 - 18:26 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Foto/SINDOnews/Isra Triansyah
A
A
A
JAKARTA - Mayoritas fraksi di DPR menyatakan setuju pemilihan kepala dareah (pilkada) serentak digelar tahun 2022 dan 2023 atau pilkada sesuai jadwal normal.
Tapi, fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memberi catatan agar keserentakan pilkada digelar tahun 2024. Hal ini muncul dalam draf RUU Pemilu yang akan dibahas DPR.
Menanggapi hal ini, Dosen Politik asal Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Bakir Ihsan menilai, "perpanjangan" kekuasaan seperti dua sisi mata pedang.
Perpanjangan ini bisa menguntungkan bagi PDIP sebagai partai pemerintahan untuk memperkuat basis elektoralnya, apabila berhasil mengelolanya secara baik.
"Dengan masa kuasa yang panjang, PDIP punya kesempatan melalui pelaksana tugas (Plt kepala daerah-red) yang diangkat pemerintah yang notabene rezim PDIP menjalankan program yang menguntungkan bagi citra pemerintah," kata Bakir kepada SINDOnews, Rabu (27/1/2021).
Baca juga: Dua Menteri Jokowi Bertemu Anies Baswedan, Bahas Apa?
Tapi, fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memberi catatan agar keserentakan pilkada digelar tahun 2024. Hal ini muncul dalam draf RUU Pemilu yang akan dibahas DPR.
Menanggapi hal ini, Dosen Politik asal Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Bakir Ihsan menilai, "perpanjangan" kekuasaan seperti dua sisi mata pedang.
Perpanjangan ini bisa menguntungkan bagi PDIP sebagai partai pemerintahan untuk memperkuat basis elektoralnya, apabila berhasil mengelolanya secara baik.
"Dengan masa kuasa yang panjang, PDIP punya kesempatan melalui pelaksana tugas (Plt kepala daerah-red) yang diangkat pemerintah yang notabene rezim PDIP menjalankan program yang menguntungkan bagi citra pemerintah," kata Bakir kepada SINDOnews, Rabu (27/1/2021).
Baca juga: Dua Menteri Jokowi Bertemu Anies Baswedan, Bahas Apa?
Lihat Juga :