Cegah Sistem Kesehatan Kolaps, Penguatan Pelayanan Kesehatan Primer Mutlak Dilakukan
Selasa, 26 Januari 2021 - 09:02 WIB
loading...
A
A
A
Dia juga meminta untuk melibatkan serta penguatan puskesmas dalam respons COVID-19. Upaya ini mampu meningkatkan kemampuan negara melaksanakan upaya deteksi dini melalui surveilans yang efektif.
“Demikian juga halnya dengan peningkatan kapasitas tes, penelusuran kontak, isolasi, dan penanganan awal di tingkat komunitas akan lebih efektif jika dilaksanakan puskesmas,” katanya.
Apalagi, kata Ardiani, Puskesmas juga memiliki memiliki platform upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM) yang dapat memobilisasi masyarakat, seperti kader, tokoh masyarakat, serta kelompok kunci untuk bersama-sama menghadapi pandemi.
Bahkan melalui program Pencerah Nusantara COVID-19, CISDI memberangkatkan 13 anak muda untuk memperkuat Puskesmas di delapan wilayah di Jakarta dan Bandung. “Mereka melakukan berbagai kegiatan, mulai dari meningkatkan kapasitas SDM Puskesmas dan masyarakat melalui pelatihan, mempromosikan penerapan protokol kesehatan di wilayah penempatan, hingga membantu deteksi kasus dan penelusuran kontak erat,” jelas Ardiani. Baca juga: Kepala Dinas Sosial Kabupaten Rembang Meninggal, Hasil Swab Positif COVID-19
Ardiani menambahkan CISDI juga terbuka bekerja sama dengan pemerintah untuk memperkuat 3T dan optimalisasi kesehatan primer untuk penanganan pandemi. “CISDI percaya, penguatan pelayanan kesehatan primer akan menguntungkan dalam jangka pendek, yaitu penanganan pandemi COVID-19, dan juga, dalam jangka panjang, untuk membangun pondasi kokoh sistem kesehatan Indonesia,” tutupnya.
“Demikian juga halnya dengan peningkatan kapasitas tes, penelusuran kontak, isolasi, dan penanganan awal di tingkat komunitas akan lebih efektif jika dilaksanakan puskesmas,” katanya.
Apalagi, kata Ardiani, Puskesmas juga memiliki memiliki platform upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM) yang dapat memobilisasi masyarakat, seperti kader, tokoh masyarakat, serta kelompok kunci untuk bersama-sama menghadapi pandemi.
Bahkan melalui program Pencerah Nusantara COVID-19, CISDI memberangkatkan 13 anak muda untuk memperkuat Puskesmas di delapan wilayah di Jakarta dan Bandung. “Mereka melakukan berbagai kegiatan, mulai dari meningkatkan kapasitas SDM Puskesmas dan masyarakat melalui pelatihan, mempromosikan penerapan protokol kesehatan di wilayah penempatan, hingga membantu deteksi kasus dan penelusuran kontak erat,” jelas Ardiani. Baca juga: Kepala Dinas Sosial Kabupaten Rembang Meninggal, Hasil Swab Positif COVID-19
Ardiani menambahkan CISDI juga terbuka bekerja sama dengan pemerintah untuk memperkuat 3T dan optimalisasi kesehatan primer untuk penanganan pandemi. “CISDI percaya, penguatan pelayanan kesehatan primer akan menguntungkan dalam jangka pendek, yaitu penanganan pandemi COVID-19, dan juga, dalam jangka panjang, untuk membangun pondasi kokoh sistem kesehatan Indonesia,” tutupnya.
(kri)
Lihat Juga :