Cegah Sistem Kesehatan Kolaps, Penguatan Pelayanan Kesehatan Primer Mutlak Dilakukan
Selasa, 26 Januari 2021 - 09:02 WIB
loading...
Kasus COVID-19 pada awal tahun 2021 mengalami lonjakan yang tinggi. Sehingga, angka pasien yang dirawat di rumah sakit juga meningkat tajam. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kasus COVID-19 pada awal tahun 2021 mengalami lonjakan yang tinggi. Sehingga, angka pasien yang dirawat di rumah sakit juga meningkat tajam. Bahkan, Bed Occupancy Ratio (BOR) atau tingkat kapasitas rumah sakit rujukan COVID-1 9 di beberapa daerah melebihi angka 80%.
LaporCovid-19 dan Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) juga menyatakan sudah saatnya Indonesia menyerukan darurat layanan kesehatan karena lonjakan kasus COVID-19 yang tidak terkendali membuat rumah sakit, terutama yang berada di Pulau Jawa, tidak lagi mampu menampung pasien. Baca juga: Angka COVID-19 di Tanah Air Nyaris 1 Juta Kasus, CISDI: Transmisi Penularan Naik
Content Development Intern CISDI, Ardiani Hanifa Audwina mengatakan positivite rate Indonesia juga hampir selalu di atas 20% pada Januari 2021, bahkan beberapa kali menyentuh 30%. “Artinya satu dari tiga sampai empat orang yang melakukan tes PRC sudah terinfeksi,” ungkap Ardiani dikutip MNC Portal Media dari laman CISDI, Selasa (26/1/2021).
Tingginya lonjakan kasus dan penuhnya rumah sakit meningkatkan risiko penularan pada tenaga kesehatan. Dari tanggal 1-19 Januari 2021, LaporCovid-19 mencatat 87 tenaga kesehatan meninggal karena COVID-19. “Artinya, hampir 5 orang tenaga kesehatan meninggal setiap harinya. Bila keadaan terus memburuk, bisa jadi seluruh sistem kesehatan Indonesia akan kolaps,” jelas Ardiani.
Ardiani mengatakan penanganan COVID-19 harus memerlukan solusi pendekatan sistem, bukan kasus. “Penguatan layanan kesehatan primer mutlak dilakukan untuk membantu penanganan pandemi,” paparnya.
LaporCovid-19 dan Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) juga menyatakan sudah saatnya Indonesia menyerukan darurat layanan kesehatan karena lonjakan kasus COVID-19 yang tidak terkendali membuat rumah sakit, terutama yang berada di Pulau Jawa, tidak lagi mampu menampung pasien. Baca juga: Angka COVID-19 di Tanah Air Nyaris 1 Juta Kasus, CISDI: Transmisi Penularan Naik
Content Development Intern CISDI, Ardiani Hanifa Audwina mengatakan positivite rate Indonesia juga hampir selalu di atas 20% pada Januari 2021, bahkan beberapa kali menyentuh 30%. “Artinya satu dari tiga sampai empat orang yang melakukan tes PRC sudah terinfeksi,” ungkap Ardiani dikutip MNC Portal Media dari laman CISDI, Selasa (26/1/2021).
Tingginya lonjakan kasus dan penuhnya rumah sakit meningkatkan risiko penularan pada tenaga kesehatan. Dari tanggal 1-19 Januari 2021, LaporCovid-19 mencatat 87 tenaga kesehatan meninggal karena COVID-19. “Artinya, hampir 5 orang tenaga kesehatan meninggal setiap harinya. Bila keadaan terus memburuk, bisa jadi seluruh sistem kesehatan Indonesia akan kolaps,” jelas Ardiani.
Ardiani mengatakan penanganan COVID-19 harus memerlukan solusi pendekatan sistem, bukan kasus. “Penguatan layanan kesehatan primer mutlak dilakukan untuk membantu penanganan pandemi,” paparnya.
Lihat Juga :