Positif COVID-19 Diprediksi Tembus 1 Juta Kasus, Pakar Epidemiologi: Kondisinya Sangat Serius

Sabtu, 23 Januari 2021 - 13:52 WIB
loading...
Positif COVID-19 Diprediksi...
Angka penderita positif COVID-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan kasus. Angka tersebut diprediksi terus meningkat dan menembus angka 1 juta kasus dalam waktu dekat ini. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Angka penderita positif COVID-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan kasus. Angka tersebut diprediksi terus meningkat dan menembus angka 1 juta kasus dalam waktu dekat ini. Setidaknya per 22 Januari 2021 kemarin, jumlah pasien yang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona sudah mencapai 965.283 orang.

Menanggapi hal ini, Pakar Epidemiologi Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menyatakan kasus harian yang terjadi di Indonesia tidak bisa dijadikan cerminan keadaan sesungguhnya. Bahkan melihatnya belum setengah dari keadaan yang sesungguhnya. Baca juga: Doni Monardo Positif COVID-19, Epidemiolog Yakin Ada Celah yang Tak Disadari

"Karena apa, testing, tracing kita sekali lagi yang masih menjadi PR kita ya, yang membuat masalah ini semakin besar, yang membuat pandemi kita cenderung tidak terkendali karena semakin banyak kasus infeksi yang tidak bisa kita dekteksi," ujarnya saat dihubungi SINDOnews, Sabtu (23/1/2021).

Dicky menegaskan bahwa angka kematian yang trennya begitu meningkat akhir-akhir ini menjadi pembenaran atas angka positif ini. Selain itu, angka kematian itu juga merefleksikan keparahan dari satu pengendalian pandemi.

Baca juga: WHO Minta Pemakaian Masker Disiplin di Situasi seperti Ini

"Jadi jangan tiga digit, satu digit saja udah sangat serius kematian itu karena kita ini berarti ada pengabaian ada kebobolan," katanya.

Dia menuturkan kondisi peningkatan jumlah kasus positif COVID-19 yang berdampak pada kematian setidaknya merujuk pada tiga faktor. Pertama, dari sisi tempat atau posisi suatu daerah. Ia melihat, dari sisi ini terjadi kelemahan terhadap upaya testing dan tracing. Akibatnya, satu daerah tidak dapat mendeteksi secara pasti orang yang dicurigai terinfeksi.

Kemudian yang kedua, Dicky menyebutkan faktor waktu. Di sini, ia menjelaskan bahwa waktu adalah kemampuan kita dalam mendeteksi kasus mulai dari hasil tes warga sampai rencana karantina terjadi gap yang jauh.

"Begitu banyak waktu yang tercecer sehingga tertinggal jauh dri virus ini menyebar. Dari sisi waktu juga kita tau adanya kematian di satu daerah satu saja, maka satu daerah itu jeda waktunya selama sebulan, itu terjadi secara eksponensial saja dari satu daerah suatu negara jedanya seperti itu. Artinya kondisinya sangat serius," tegasnya.

Adapun faktor yang ketiga, Dicky melihat dari sisi manusianya. Menurut dia, faktor ini bisa dideteksi ketika ada kasus kematian, dan peningkatan kasus positif maka cara pelaporanya tidak bisa dianggap remeh. Ia menilai, ini situasi pandemi, penyakit baru, sehingga dibutuhkan faktor (perilaku) manusia yang harus digali lebih jauh. Baca juga: Dubes-dubes RI Paparkan Penanganan COVID-19 di Jepang, Singapura dan Nigeria

"Untul apa, untuk mengetahui strategi kita, kelemahan kita. Ini harus jelas, kematian, kasus infeksi, data demografinya seperti apa. Dari link klaster karena dari klaster itu bisa ketahuan apakah ada titik-titik potensi-potensi yang khusus yang bernuansa dengan indonesia yang biasanya berkaitan dengan perilaku manusianya," pungkas dia.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Waspadai Lagi Covid-19,...
Waspadai Lagi Covid-19, Kemenkes Imbau Tetap Prokes dan Hidup Sehat
Saran Epidemiolog Cegah...
Saran Epidemiolog Cegah Lonjakan Covid-19 saat Libur Nataru
Update Covid-19: Terkonfirmasi...
Update Covid-19: Terkonfirmasi Positif 243 Orang, Kasus Aktif Tembus 2.204
Kasus Covid-19 Naik,...
Kasus Covid-19 Naik, Menko Muhadjir Effendy Minta Masyarakat Jangan Panik
Bupati Bengkulu Selatan...
Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi Dilaporkan ke KPK Terkait Dugaan Korupsi Dana Covid-19
Presiden Jokowi: Kalau...
Presiden Jokowi: Kalau Sudah Masuk Endemi, Kena Covid-19 Bayar
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Rekor! Pria Ini Terinfeksi...
Rekor! Pria Ini Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Nonstop
Rekomendasi
Tio Pakusadewo Ungkap...
Tio Pakusadewo Ungkap Gejala Aneh Sebelum Alami Gangguan Jantung: Cegukan 2 Bulan Gak Berhenti!
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Beri Dukungan untuk Nikita Mirzani Jelang Sidang PK Perdana
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Berita Terkini
Presiden Prabowo: Saya...
Presiden Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Mantan Dirjen PHU Hilman Latief terkait Kasus Kuota Haji
Ditjen Polpum Dorong...
Ditjen Polpum Dorong Standarisasi Anggaran Kesbangpol Berbasis Risiko dan Kebutuhan Daerah
Kelakar Prabowo soal...
Kelakar Prabowo soal Nama Panglima TNI dan Kapolri: Susah Diganti
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Prabowo Pakai Peci Karanji...
Prabowo Pakai Peci Karanji Hadiri Pekan Petani dan Nelayan di Gorontalo
Infografis
Waspada, Kasus COVID-19...
Waspada, Kasus COVID-19 Meningkat 2 Kali Lipat di Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved