BNPB: Banjir Landa 8 Kecamatan di Manado, 3 Tewas
Sabtu, 23 Januari 2021 - 09:39 WIB
loading...
Delapan kecamatan di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, terdampak banjir pada Jumat (22/1/2021). FOTO/BNPB
A
A
A
JAKARTA - Delapan kecamatan di Kota Manado , Provinsi Sulawesi Utara, terdampak banjir pada Jumat (22/1/2021) sekitar pukul 12.00 waktu setempat atau 11.00 WIB. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado melaporkan hujan sebagai salah satu pemicu terjadinya bencana tersebut.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati mengatakan, berdasarkan catatan BPBD Kota Manado, hujan dengan intensitas tinggi memicu debit air di daerah aliran sungai (DAS) Sawangan dan Tondano meluap. Berdasarkan data yang diambil pada pukul 21.00 WIB, ada 8 kecamatan di Kota Manado yang terdampak banjir.
"Kedelapan kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Malalayang, Wanea, Sario, Paal Dua, Pikkala, Wenang, Tuminting dan Singkil," kata Raditya dalam keterangannya, Jumat (22/1/2021) malam.
Baca juga: Cuaca Ekstrem di Manado, Ini Titik Terdampak Banjir dan Longsor
Raditya mengungkap, banjir ini mengakibatkan 3 warga meninggal dunia dan satu lainnya hilang. BPBD setempat masih mengidentifikasi korban yang telah dievakuasi. Sedangkan kerugian material, BPBD memantau rumah warga terendam dan beberapa titik longsor.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati mengatakan, berdasarkan catatan BPBD Kota Manado, hujan dengan intensitas tinggi memicu debit air di daerah aliran sungai (DAS) Sawangan dan Tondano meluap. Berdasarkan data yang diambil pada pukul 21.00 WIB, ada 8 kecamatan di Kota Manado yang terdampak banjir.
"Kedelapan kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Malalayang, Wanea, Sario, Paal Dua, Pikkala, Wenang, Tuminting dan Singkil," kata Raditya dalam keterangannya, Jumat (22/1/2021) malam.
Baca juga: Cuaca Ekstrem di Manado, Ini Titik Terdampak Banjir dan Longsor
Raditya mengungkap, banjir ini mengakibatkan 3 warga meninggal dunia dan satu lainnya hilang. BPBD setempat masih mengidentifikasi korban yang telah dievakuasi. Sedangkan kerugian material, BPBD memantau rumah warga terendam dan beberapa titik longsor.
Lihat Juga :