Penjelasan Kemenkes Vaksinasi Corona Perlu Dilakukan Secara Massal
Jum'at, 22 Januari 2021 - 20:29 WIB
loading...
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmidzi pun mengatakan, bahwa dalam program vaksinasi Corona saat ini menggunakan prinsip massal. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmidzi pun mengatakan dalam program vaksinasi Covid-19 (virus Corona) saat ini menggunakan prinsip massal. Lalu, apa maksudnya?
(Baca juga: Covid yang Menyebar Cepat Bisa Menghindari Respons Imun dari Vaksin Corona)
"Prinsipnya ini, mengapa kita melakukan vaksinasi secara massal? Kalau kita hanya memberikan vaksinasi ini sebagai bagian dari vaksinasi rutin, maka tentunya apa yang kita harapkan atau yang selama ini kita dengarkan bahwa vaksinasi ini akan menimbulkan kekebalan kelompok tidak terjadi," jelas Nadia dalam keterangannya saat diskusi secara virtual, Jumat (22/1/2021).
(Baca juga: Ilmuwan Oxford Bersiap Produksi Vaksin untuk Varian Baru Virus Corona)
Sementara itu Nadia menjelaskan, meskipun saat ini masih menggunakan prinsip vaksinasi massal, kedepan akan dilakukan seperti vaksinasi rutin lainnya.
(Baca juga: Joe Biden Dilantik, Puan Maharani Berharap Dunia Bersatu Lawan Corona)
"Jadi skenario yang pada saat ini di mana kita baru mulai menggunakan sedikit sekali vaksin ataupun baru memulai program vaksinasi. Kemudian di skenario kedua kemudian vaksinasi ini sifatnya vaksinasi rutin. Jadi bukan vaksinasi massal dan secara nasional yang seperti kita lakukan seperti saat ini," katanya.
(Baca juga: Covid yang Menyebar Cepat Bisa Menghindari Respons Imun dari Vaksin Corona)
"Prinsipnya ini, mengapa kita melakukan vaksinasi secara massal? Kalau kita hanya memberikan vaksinasi ini sebagai bagian dari vaksinasi rutin, maka tentunya apa yang kita harapkan atau yang selama ini kita dengarkan bahwa vaksinasi ini akan menimbulkan kekebalan kelompok tidak terjadi," jelas Nadia dalam keterangannya saat diskusi secara virtual, Jumat (22/1/2021).
(Baca juga: Ilmuwan Oxford Bersiap Produksi Vaksin untuk Varian Baru Virus Corona)
Sementara itu Nadia menjelaskan, meskipun saat ini masih menggunakan prinsip vaksinasi massal, kedepan akan dilakukan seperti vaksinasi rutin lainnya.
(Baca juga: Joe Biden Dilantik, Puan Maharani Berharap Dunia Bersatu Lawan Corona)
"Jadi skenario yang pada saat ini di mana kita baru mulai menggunakan sedikit sekali vaksin ataupun baru memulai program vaksinasi. Kemudian di skenario kedua kemudian vaksinasi ini sifatnya vaksinasi rutin. Jadi bukan vaksinasi massal dan secara nasional yang seperti kita lakukan seperti saat ini," katanya.
Lihat Juga :