Hasil Sensus 2020: Jumlah Penduduk 270,20 Juta Jiwa, Ini Rinciannya
Kamis, 21 Januari 2021 - 16:45 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut terkait sebaran penduduk Indonesia tahun 2020 per pulau, sebanyak 151 ,6 juta jiwa atau 56,1% penduduk Indonesia ada di Pulau Jawa. Lalu 58,6 juta jiwa atau 21,68% di Pulau Sumatera. Kemudian 19,9 juta jiwa atau 7,36% di Sulawesi, 16,5 juta jiwa atau 6,15% ada di Pulau Kalimantan. Untuk Bali dan Nusa Tenggara sebanyak 15 juta jiwa atau 5,54%. Terakhir Maluku dan Papua sebanyak 8,6 juta jiwa atau 3,17%.
“Pulau terpadat adalah Pulau Jawa dengan luas 6,75% dari total wilayah Indonesia maka kepadatan 1.171 jiwa per km². Sebagai perbandingan, luas wilayah kalimantan 4 kali pulau jawa tp penduduknya hanya 6,15% dari total penduduk,” ungkapnya.
(Baca:Gubernur Berharap Hasil Sensus Penduduk 2020 Bantu Atasi COVID-19)
Suhariyanto menyebutkan bahwa dibandingkan dengan sensus penduduk tahun 2020 dengan sensus-sensus tahun sebelumnya terjadi pergeseran penduduk antar Pulau.
“Misal di 2000, persentase penduduk yang tinggal di pulau jawa adalah 59,1%.Kemudian turun di 2010 57,5% dan 2020 menjadi 56,1%. Sebaliknya penduduk Kalimantan meningkat dari 5,5% di 2000 menjadi 6,15% di 2020. Namun harus diakui pergeseran berjalan lambat karena terkait erat dengan potensi ekonomi dan infrastruktur yang ada,” tuturnya.
“Pulau terpadat adalah Pulau Jawa dengan luas 6,75% dari total wilayah Indonesia maka kepadatan 1.171 jiwa per km². Sebagai perbandingan, luas wilayah kalimantan 4 kali pulau jawa tp penduduknya hanya 6,15% dari total penduduk,” ungkapnya.
(Baca:Gubernur Berharap Hasil Sensus Penduduk 2020 Bantu Atasi COVID-19)
Suhariyanto menyebutkan bahwa dibandingkan dengan sensus penduduk tahun 2020 dengan sensus-sensus tahun sebelumnya terjadi pergeseran penduduk antar Pulau.
“Misal di 2000, persentase penduduk yang tinggal di pulau jawa adalah 59,1%.Kemudian turun di 2010 57,5% dan 2020 menjadi 56,1%. Sebaliknya penduduk Kalimantan meningkat dari 5,5% di 2000 menjadi 6,15% di 2020. Namun harus diakui pergeseran berjalan lambat karena terkait erat dengan potensi ekonomi dan infrastruktur yang ada,” tuturnya.
Lihat Juga :