Vaksinasi sebagai Harapan dan Solusi
Jum'at, 22 Januari 2021 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Bagaimana peluang keberhasilan program vaksinasi Covid-19? Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika program ini ingin berjalan sesuai target. Ada lima faktor pendukung yang menentukan keberhasilan program tersebut. Pertama, vaksin yang digunakan harus aman dan mempunyai efektivitas minimal 60%.
Kedua, angka reproduksi virus rendah yang bisa diperoleh dengan melandaikan kurva, dengan melakukan strategi 3 T (Testing, Tracing, Treatment) dan 3 M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak) dengan optimal.
Ketiga adalah vaccine coverage atau seberapa banyak penduduk atau orang yang mau divaksin. Semakin banyak orang yang mau divaksin, semakin besar juga peluang terjadinya keberhasilan herd immnunity.
Keempat, peran serta dan kesadaran masyarakat melalui kampanye dan edukasi yang masif dan efektif. Kelima, dokumentasi hendaknya selalu dipantau waktu dan dosis terhadap setiap orang agar mendapatkan hasil yang optimal. Orang yang sudah divaksin juga tetap bisa tertular Covid-19 bila jeda penyuntikan pertama dan kedua terlalu cepat atau lambat. Jika nantinya dinyatakan jeda penyuntikan pertama dan kedua berjarak 14 hari, masyarakat harus mematuhinya karena hal tersebut merupakan syarat utama agar vaksin bekerja dengan baik untuk memunculkan antibodi.
Masyarakat tak boleh terlambat atau disuntik lebih awal dari ketentuan waktu yang ditetapkan saat menjalani penyuntikan kedua. Dalam dunia epidemiologi, istilah itu dinamakan valid doses (dosis valid). Kegagalan dalam memenuhi syarat valid doses bisa berimbas pada kegagalan tercapainya herd immunity.
Bagaimana pemerintah mampu mendokumentasikan dan melacak orang, terutama untuk dosis kedua? Berapa banyak orang yang benar-benar dapat divaksinasi oleh pemerintah setempat per minggu?
Kedua, angka reproduksi virus rendah yang bisa diperoleh dengan melandaikan kurva, dengan melakukan strategi 3 T (Testing, Tracing, Treatment) dan 3 M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak) dengan optimal.
Ketiga adalah vaccine coverage atau seberapa banyak penduduk atau orang yang mau divaksin. Semakin banyak orang yang mau divaksin, semakin besar juga peluang terjadinya keberhasilan herd immnunity.
Keempat, peran serta dan kesadaran masyarakat melalui kampanye dan edukasi yang masif dan efektif. Kelima, dokumentasi hendaknya selalu dipantau waktu dan dosis terhadap setiap orang agar mendapatkan hasil yang optimal. Orang yang sudah divaksin juga tetap bisa tertular Covid-19 bila jeda penyuntikan pertama dan kedua terlalu cepat atau lambat. Jika nantinya dinyatakan jeda penyuntikan pertama dan kedua berjarak 14 hari, masyarakat harus mematuhinya karena hal tersebut merupakan syarat utama agar vaksin bekerja dengan baik untuk memunculkan antibodi.
Masyarakat tak boleh terlambat atau disuntik lebih awal dari ketentuan waktu yang ditetapkan saat menjalani penyuntikan kedua. Dalam dunia epidemiologi, istilah itu dinamakan valid doses (dosis valid). Kegagalan dalam memenuhi syarat valid doses bisa berimbas pada kegagalan tercapainya herd immunity.
Bagaimana pemerintah mampu mendokumentasikan dan melacak orang, terutama untuk dosis kedua? Berapa banyak orang yang benar-benar dapat divaksinasi oleh pemerintah setempat per minggu?
Lihat Juga :