YLKI Minta Pemerintah Sisir Data Penerima Bantuan Iuran BPJS

Jum'at, 15 Mei 2020 - 18:03 WIB
loading...
A A A
Data Kementerian Ketenagakerjaan, jumlah pekerja yang dirumahkan dan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) mencapai 1,7 juta orang.

“Sekalipun untuk kelas II peserta mandiri diberikan subsidi. Membayar Rp25.000 per orang akan terasa sangat berat. Perpres ini berpotensi mengerek tunggakan iuran masyarakat. Akhirnya target untuk meningkatkan revenue BPJS Kesehatan sulit tercapai,” tutur Tulus. (Baca juga: Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Bebani Kelas Menengah, Ekonom Sebut Dilematis)

Menurut YLKI, pemerintah sebaiknya mengunakan cara lain untuk memenuhi biaya operasional BPJS Kesehatan. Cara itu tidak boleh membebani masyarakat dengan kenaikan tarif. YLKI mengusulkan pemerintah menaikkan cukai rokok. Pendapatan dari cukai itu langsung diberikan kepada BPJS Kesehatan.

Kenaikan cukai rokok diharapkan mengubah gaya hidup masyarakat ke arah yang lebih sehat. “Sehingga mampu menekan penyakit menular yang selama ini menjadi benalu finansial BPJS Kesehatan. Apalagi di saat pandemi ini, perilaku merokok sangat rawan menjadi trigger terinfeksi Covid-19,” terangnya.

YLKI juga mendesak pemerintah menyisir data penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan. “Melakukan cleansing data terlebih dahulu. Patut diduga di kelompok ini masih banyak inefisiensi atau banyak peserta yang tidak tepat sasaran,” tuturnya.
(Fahmi Bahtiar)
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PDIP Ingatkan Syarat...
PDIP Ingatkan Syarat BPJS Kesehatan bagi Mahasiswa Tidak Memberatkan
PROLANIS Bantu Peserta...
PROLANIS Bantu Peserta JKN Memantau Penyakit Kronis
Perkuat Layanan Canggih,...
Perkuat Layanan Canggih, BPJS Mudahkan Peserta Berobat
Sekolah Lansia Klinik...
Sekolah Lansia Klinik Korpagama Perkuat Prolanis untuk Kualitas Hidup Lansia
Legislator PDIP Usulkan...
Legislator PDIP Usulkan Pemerintah Gratiskan Iuran BPJS Kesehatan
2,1 Juta Peserta BPJS...
2,1 Juta Peserta BPJS PBI Reaktivasi: 1,4 Juta Alih Segmen, 388 Ribu Jadi Mandiri
Aturan Baru BPJS Kesehatan...
Aturan Baru BPJS Kesehatan per 1 Juni 2026, Kontrol Harus Sesuai Tanggal Surat
Dirut BPJS Kesehatan...
Dirut BPJS Kesehatan Dorong Generasi Muda Cegah DM dan Hipertensi melalui Fun Run 2026
Kabar Baik, RS Kardiologi...
Kabar Baik, RS Kardiologi Emirates Indonesia Solo Kini Layani Pasien BPJS Kesehatan
Rekomendasi
Emil Audero Minta Timnas...
Emil Audero Minta Timnas Indonesia Tak Cepat Puas Usai Kalahkan Oman
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
Berita Terkini
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved