Denny Cagur dan Tren Politik Selebritas Memaksa Partai Rangkul Publik Figur

Selasa, 19 Januari 2021 - 07:22 WIB
loading...
Denny Cagur dan Tren...
Artis Denny Cagur ditunjuk sebagai Juru Bicara (Jubir) Partai Amanat Nasional (PAN). Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menyatakan, fenomena masuknya kalangan artis atau selebritas terjun di kancah politik praktis karena pemilu dimaknai sekadar menang kalah, dan demokrasi sekadar dipahami sebagai kontestasi elektoral. (Baca juga: Ini Profil Denny Cagur, Sahabat Raffi Ahmad yang Dipercaya Jadi Jubir PAN)

Menurut Karyono, fenomena bergabungnya artis komedian papan atas Denny Wahyudi alias Denny Cagur ke Partai Amanat Nasional (PAN) bukan hal baru. Ini adalah fenomena politik selebritas yang sudah terjadi bertahun-tahun. "Denny Cagur hanya menambah deretan nama artis yang bergabung di Partai Amanat Nasional (PAN). Yang paling penting untuk dikaji adalah fenomena politik yang mengandalkan popularitas artis," ujarnya saat dihubungi Sindonews, Selasa (19/1/2021). (Baca juga: Denny Cagur Jadi Jubir DPP PAN, Viva Yoga Mauladi: Menambah Energi Baru)

Menurut Karyono, hal itu menandakan PAN dan juga partai lainnya semakin terjebak dalam situasi politik instan yang sekadar mementingkan popularitas demi kepentingan politik elektoral. Di satu sisi, hal itu menunjukkan, PAN semakin gamang dalam menghadapi kompetisi pemilu ke depan. Terlebih lagi, pendiri PAN Amien Rais sudah mendirikan Partai Ummat yang tentu saja menjadi salah satu pesaing PAN pada pemilu yang akan datang. (Baca juga: Jubir Partai Tak Cukup Hanya dengan Modal sebagai Publik Figur)

Di sisi lain, kegundahan pimpinan PAN bisa dipahami karena mereka tidak ingin PAN semakin tenggelam dan menjadi partai gurem. Tetapi sayangnya, hampir semua partai lebih memilih jalan pintas dan instan dalam menjaga dan meningkatkan perolehan suara, yaitu cukup merangkul para artis untuk bergabung di partai. "Langkah ini memang cukup membantu, minimal mempertahankan suara PAN di tengah kompetisi sengit antar partai," ujar analis sosial politik yang juga aktif sebagai Alumni GMNI ini.

Bagi PAN, lanjut dia, merekrut kalangan artis bukan kali ini saja, melainkan sudah dilakukan sejak periode kepemimpinan sebelumnya. Deretan nama artis semakin banyak di era kepemimpinan Sutrisno Bachir, dilanjutkan Hatta Rajasa hingga Zulkifli Hasan.

Lebih lanjut Karyono menilai, dalam iklim demokrasi elektoral yang didorong oleh hasrat untuk mengumpulkan suara sebanyak-banyaknya, maka figur artis cukup efektif untuk dikapitalisasi sebagai vote getter, meskipun pengaruhnya bervariasi dalam mendongkrak suara. Tapi minimal dapat menjadi pengepul suara di setiap perhelatan pemilu.

Fenomena merangkul artis populer bukan hanya terjadi di PAN, melainkan semua partai juga melakukan hal yang sama. Pasalnya, dalam kontestasi politik kontemporer, "memaksa" partai perlu merangkul figur publik yang memiliki pengaruh di masyarakat. "Inilah tantangan semua partai yang seharusnya melakukan dan mengedepankan proses kaderisasi untuk melahirkan dan mencetak kader-kader berkualitas, tidak sekadar mengandalkan popularitas secara instan," pungkas dia.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dirikan LBH, Jro Bima:...
Dirikan LBH, Jro Bima: Perindo Bali Harus Jadi Rumah Keadilan
Safari Politik, Ketua...
Safari Politik, Ketua DPP Partai Ummat Heikal Safar Temui Sufmi Dasco
Siapkan Relawan Tangguh...
Siapkan Relawan Tangguh Hadapi Bencana, Gus Muhaimin Resmikan Sigap Bangsa
Mantan Ketua KAMMI,...
Mantan Ketua KAMMI, BEM UI, hingga Korpus BEM SI Masuk Pengurus Gema Keadilan
Partai Perindo Hadiri...
Partai Perindo Hadiri Milad PBB, Dukung Konsolidasi Politik untuk Stabilitas Nasional
Wakili 11,7 Juta Suara...
Wakili 11,7 Juta Suara Rakyat, GKSR Minta Parpol Non-Parlemen Dilibatkan Bahas Revisi UU Pemilu
Denny Cagur Kenang Sosok...
Denny Cagur Kenang Sosok Temon: Senior yang Baik dan Berwawasan Luas
Jelang Musda Partai...
Jelang Musda Partai Demokrat Aceh, Nurdiansyah Alasta Dapat Dukungan dari Mualem
Dukung Perubahan Nama...
Dukung Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat, PAN: Aspirasi Masyarakat Harus Dihormati
Rekomendasi
Jadwal Timnas Indonesia...
Jadwal Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi Garuda Akhiri Penantian Gelar Perdana
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
9 Kementerian dan Lembaga...
9 Kementerian dan Lembaga yang Buka Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Jadi CPNS
Berita Terkini
Hadiri ASCN 2026, Safrizal...
Hadiri ASCN 2026, Safrizal Tegaskan Komitmen Indonesia Kembangkan Kota Cerdas
Harlah ke-28 PKB, Perempuan...
Harlah ke-28 PKB, Perempuan Bangsa Gelar 2 Agenda Akbar Perkuat Mesin Organisasi
9 Jaksa Mulai Bekerja...
9 Jaksa Mulai Bekerja Tangani Kasus Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
Dirikan LBH, Jro Bima:...
Dirikan LBH, Jro Bima: Perindo Bali Harus Jadi Rumah Keadilan
Gibran Duduk di Barisan...
Gibran Duduk di Barisan Menteri saat Sidang Kabinet, Mensesneg Beri Penjelasan
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Lombok Barat Tersangka Dugaan Suap dan Gratifikasi
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved