Bencana Alam Berturut-turut, BNPB Diminta Siaga di Semua Daerah
Minggu, 17 Januari 2021 - 19:00 WIB
loading...
A
A
A
Sebab, jika dihitung dan diperhatikan tanggal itu akan sama jika dibaca dari depan atau belakang. "Jadi 12022021 itu tanggal istimewa dalam sejarah manusia, jika dibaca dari depan dan belakang ini akan sama. Ini prediksi saya, secara subjektifitas bahwa puncak bencana dan kegaduhan akan terjadi pada 12022021," katanya.
Dia melanjutkan, tanggal itu sangat istimewa karena tidak akan lagi ditemukan kesesuaiannya dari depan dan belakang dalam sejarah planet bumi. Ridwan pun meminta masyarakat untuk tetap waspada dan membangun sikap optimisme bahwa bencana dan kegaduhan itu akan berakhir.
"Yang perlu ditekankan adalah, kita sebagai masyarakat harus tetap waspada dan membangun sikap optimisme bahwa bencana dan kegaduhan politik ini akan berakhir, masyarakat akan kembali hidup normal lagi," paparnya.
Dia menambahkan, hal yang tetap harus dilakukan adalah menjaga protokol kesehatan. Sebab, bagaimanapun pandemi Covid-19 ini adalah bagian dari bencana kemanusian.
Baca Juga: Prajurit Marinir Turun Tangan Bantu Tangani Banjir Kalimantan Selatan
Masyarakat harus tetap mematuhi anjuran pemerintah, yakni menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker."Protapnya jelas harus tetap dilaksanakan, Prokes atau protokol kesehatan harus terus diterapkan oleh masyarakat dan kita semua. Karena bagaimanapun ini bagian dari ikhtiar kita untuk mencegah virus," kata Ridwan.
Di samping itu, dia juga mengajak masyarakat agar jangan lupa meningkat keimanan dengan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, meminta ampunan dan pertolongan. Karena satu-satunya yang pasti yang bisa menghentikan bencana dan wabah ini, hanya Allah SWT. "Tugas manusia hanya bisa berdoa dan berikhtiar secara lahir dan batin," jelasnya.
Baca Juga: Pakar Ungkap 2 Faktor Penyebab Kasus COVID-19 Kembali Pecah Rekor
Tak lupa, masyarakat diminta agar selalu menjaga imunitas. Menurutnya imunitas tubuh akan kuat, jika dibarengi dengan melakukan gaya hidup sehat yakni, olahraga, makan teratur, dan istirahat yang cukup. Serta yang lebih penting adalah memiliki jiwa dan hati yang tenang, tidak gelisah, cemas, dan dipenuhi rasa amarah dan takut.
Dia melanjutkan, tanggal itu sangat istimewa karena tidak akan lagi ditemukan kesesuaiannya dari depan dan belakang dalam sejarah planet bumi. Ridwan pun meminta masyarakat untuk tetap waspada dan membangun sikap optimisme bahwa bencana dan kegaduhan itu akan berakhir.
"Yang perlu ditekankan adalah, kita sebagai masyarakat harus tetap waspada dan membangun sikap optimisme bahwa bencana dan kegaduhan politik ini akan berakhir, masyarakat akan kembali hidup normal lagi," paparnya.
Dia menambahkan, hal yang tetap harus dilakukan adalah menjaga protokol kesehatan. Sebab, bagaimanapun pandemi Covid-19 ini adalah bagian dari bencana kemanusian.
Baca Juga: Prajurit Marinir Turun Tangan Bantu Tangani Banjir Kalimantan Selatan
Masyarakat harus tetap mematuhi anjuran pemerintah, yakni menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker."Protapnya jelas harus tetap dilaksanakan, Prokes atau protokol kesehatan harus terus diterapkan oleh masyarakat dan kita semua. Karena bagaimanapun ini bagian dari ikhtiar kita untuk mencegah virus," kata Ridwan.
Di samping itu, dia juga mengajak masyarakat agar jangan lupa meningkat keimanan dengan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, meminta ampunan dan pertolongan. Karena satu-satunya yang pasti yang bisa menghentikan bencana dan wabah ini, hanya Allah SWT. "Tugas manusia hanya bisa berdoa dan berikhtiar secara lahir dan batin," jelasnya.
Baca Juga: Pakar Ungkap 2 Faktor Penyebab Kasus COVID-19 Kembali Pecah Rekor
Tak lupa, masyarakat diminta agar selalu menjaga imunitas. Menurutnya imunitas tubuh akan kuat, jika dibarengi dengan melakukan gaya hidup sehat yakni, olahraga, makan teratur, dan istirahat yang cukup. Serta yang lebih penting adalah memiliki jiwa dan hati yang tenang, tidak gelisah, cemas, dan dipenuhi rasa amarah dan takut.
Lihat Juga :