Bencana Alam Berturut-turut, BNPB Diminta Siaga di Semua Daerah
Minggu, 17 Januari 2021 - 19:00 WIB
loading...
A
A
A
"Membangun jiwa dan rasa optimisme itu bisa dilakukan dengan cara kita harus selalu berpikir positif, yakin bahwa semua ini akan berlalu, yakin bahwa Allah tidak akan menguji masyarakatnya melebihi kemampuannya, yakin pada ayat Allah bahwa setiap kesulitan ada kemudahan, fa inna ma'al usri yusra, inna ma'al usri yusra," kata Ketua Dewan Pembina Padepokan Kosgoro 57 ini.
Dia turut mengajak kepada semua masyarakat untuk mengakhir semua perbedaan politik. Kata dia, apa yang selama ini diperdebatkan antara Islam dan Nasionalisme adalah hal sia-sia. Karena sejatinya Islam dan Nasionalisme tidak ada yang bertentangan, bahkan saling menguatkan.
Dia sepakat dan mendukung apa yang menjadi saran dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang meminta pemerintah agar tidak melakukan hal-hal atau kebijakan yang membuat masyarakat semakin terpolarisasi dengan politik identitasnya masing-masing.
Untuk Indonesia yang sepanjang sejarahnya selalu ada konflik, baik vertikal maupun horizontal, keadaan buruk seperti itu harus bisa dicegah dan dihindari. Karena jika polarisasi antar kubu politik sangat tajam, kehidupan demokrasi pasti tidak sehat.
Maka itu, kata SBY, selagi kondisi ini belum terlalu jauh divisi dan polarisasi sosial serta politik di negeri ini, para pemimpin dan semua elemen bangsa harus sadar bahwa sesuatu harus dilaksanakan. “Something must be done. Pembiaran dan inaction adalah dosa dan kesalahan besar. Di sisi lain, jangan pula ada yang justru menginginkan dan memelihara polarisasi sosial-politik yang tajam ini untuk kepentingan pribadi dan politiknya,” ujar SBY belum lama ini.
Diketahui, Indonesia dalam satu pekan ini tengah dilanda bencana alam yang luar biasa besar, yakni bencana gempa bumi di Mamuju, Sulawesi Barat, banjir bandang di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, serta erupsi Gunung Semeru, di Jawa Timur, yang meliputi Malang Raya.
Dia turut mengajak kepada semua masyarakat untuk mengakhir semua perbedaan politik. Kata dia, apa yang selama ini diperdebatkan antara Islam dan Nasionalisme adalah hal sia-sia. Karena sejatinya Islam dan Nasionalisme tidak ada yang bertentangan, bahkan saling menguatkan.
Dia sepakat dan mendukung apa yang menjadi saran dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang meminta pemerintah agar tidak melakukan hal-hal atau kebijakan yang membuat masyarakat semakin terpolarisasi dengan politik identitasnya masing-masing.
Untuk Indonesia yang sepanjang sejarahnya selalu ada konflik, baik vertikal maupun horizontal, keadaan buruk seperti itu harus bisa dicegah dan dihindari. Karena jika polarisasi antar kubu politik sangat tajam, kehidupan demokrasi pasti tidak sehat.
Maka itu, kata SBY, selagi kondisi ini belum terlalu jauh divisi dan polarisasi sosial serta politik di negeri ini, para pemimpin dan semua elemen bangsa harus sadar bahwa sesuatu harus dilaksanakan. “Something must be done. Pembiaran dan inaction adalah dosa dan kesalahan besar. Di sisi lain, jangan pula ada yang justru menginginkan dan memelihara polarisasi sosial-politik yang tajam ini untuk kepentingan pribadi dan politiknya,” ujar SBY belum lama ini.
Diketahui, Indonesia dalam satu pekan ini tengah dilanda bencana alam yang luar biasa besar, yakni bencana gempa bumi di Mamuju, Sulawesi Barat, banjir bandang di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, serta erupsi Gunung Semeru, di Jawa Timur, yang meliputi Malang Raya.
(maf)
Lihat Juga :