Pilpres 2024 Momen Lahirkan Banyak Calon, Tokoh Disarankan Mulai Dekati Parpol
Sabtu, 16 Januari 2021 - 06:15 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, dengan kondisi demikian, yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni bagaimana masing-masing pihak yang berkepentingan di 2024 bisa duduk bersama dan mencari solusi bersama.
Dia menilai sangat naif jika harus diubah menjadi 0% lantaran hal ini akan menimbulkan perdebatan panjang. "Kita ketahui bersama, soal batasan tersebut sudah berulang kali dibawa ke MK (Mahkamah Kontitusi) tapi selalu kandas. Butuh waktu panjang nantinya untuk berdebat lagi. Sementara 2021 ini sudah masuk tahun politik, UU Pemilu juga mulai diprioritaskan di Baleg DPR," tandasnya.
Oleh karena itu, analis politik UIN Jakarta ini menyarankan para tokoh, utamanya yang saat ini tak memiliki dukungan parpol untuk segera bergabung ke parpol atau setidaknya secara intens melakukan pendekatan kepada petinggi-petinggi parpol.
"Itu jalan satu-satunya. Sisi komprominya di situ. Jadi tokoh yang mohon maaf saat ini masih 'tercecer' segera bergabung ke parpol. Apa pun parpolnya, baik pemilik kursi di parlemen atau (nonparlemen. Ini jauh lebih realistis kalau kita menginginkan masyarakat tak terpecah dalam 'dua perahu besar' seperti 2014 dan 2019 kemarin," tuturnya.
Direktur Riset dan Program Sudra, Surya Vandiantara menilai hal yang sama tentang gejala dan kecenderungan politik hari ini.
Dia melihat momentum Pilpres 2024 melahirkan banyak calon cukup terbuka lebar. Oleh karena itu harus segera terkonsolidasi secara massif oleh para tokoh dan elite politik nasional.
Dia menilai sangat naif jika harus diubah menjadi 0% lantaran hal ini akan menimbulkan perdebatan panjang. "Kita ketahui bersama, soal batasan tersebut sudah berulang kali dibawa ke MK (Mahkamah Kontitusi) tapi selalu kandas. Butuh waktu panjang nantinya untuk berdebat lagi. Sementara 2021 ini sudah masuk tahun politik, UU Pemilu juga mulai diprioritaskan di Baleg DPR," tandasnya.
Oleh karena itu, analis politik UIN Jakarta ini menyarankan para tokoh, utamanya yang saat ini tak memiliki dukungan parpol untuk segera bergabung ke parpol atau setidaknya secara intens melakukan pendekatan kepada petinggi-petinggi parpol.
"Itu jalan satu-satunya. Sisi komprominya di situ. Jadi tokoh yang mohon maaf saat ini masih 'tercecer' segera bergabung ke parpol. Apa pun parpolnya, baik pemilik kursi di parlemen atau (nonparlemen. Ini jauh lebih realistis kalau kita menginginkan masyarakat tak terpecah dalam 'dua perahu besar' seperti 2014 dan 2019 kemarin," tuturnya.
Direktur Riset dan Program Sudra, Surya Vandiantara menilai hal yang sama tentang gejala dan kecenderungan politik hari ini.
Dia melihat momentum Pilpres 2024 melahirkan banyak calon cukup terbuka lebar. Oleh karena itu harus segera terkonsolidasi secara massif oleh para tokoh dan elite politik nasional.
Lihat Juga :