Pilih Komjen Listyo Sigit, Jokowi Buktikan Polri Institusi Inklusif

loading...
Pilih Komjen Listyo Sigit, Jokowi Buktikan Polri Institusi Inklusif
Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni menyampaikan dukungannya karena Komjen Listyo merupakan calon yang tepat karena memiliki prestasi dan track record yang sangat baik. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) telah secara resmi mengirimkan nama calon Kapolri baru ke Komisi III DPR RI. Calon tunggal tersebut adalah Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo yang saat ini menjabat sebagai Kabareskrim Polri.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni menyampaikan dukungannya karena Komjen Listyo merupakan calon yang tepat karena memiliki prestasi dan track record yang sangat baik. Baca juga: Pesan PBNU ke Komjen Listyo Sigit: Jangan Tumpul ke Atas, Tajam ke Bawah

“Kami di Komisi III menyambut baik pengajuan nama tersebut. Menurut saya Pak Sigit Listyo ini merupakan calon Kapolri yang memiliki track record sangat baik. Hal tersebut bisa kita lihat dari kinerja dan prestasi beliau selama ini,” ujar Sahroni kepada wartawan, Rabu (12/1/2021).
Pilih Komjen Listyo Sigit, Jokowi Buktikan Polri Institusi Inklusif

Selain itu, kata Sahroni, dengan mengajukan nama Komjen Listyo, Presiden Jokowi telah mempermudah kinerja para anggota Komisi III dalam melakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test).

“Dengan mengajukan nama Komjen Listyo, Pak Presiden sudah sangat mempermudah kerja kami di Komisi III, karena beliau memang perwira yang insya Allah paling cocok memegang posisi tersebut,” katanya.



Terakhir, Politisi Partai Nasdem itu juga menegaskan bahwa dengan penunjukan Komjen Listyo, Presiden Jokowi telah membuktikan bahwa institusi Polri adalah lembaga yang inklusif dan tidak memilih pimpinan berdasarkan ras atau agama. Baca juga: PKB Yakin Langkah Listyo Sigit Menuju Kursi Kapolri Mulus, Ini Alasannya

“Penunjukan ini membuktikan juga bahwa dalam memilih pucuk pimpinan Polri, Pak Jokowi benar-benar hanya mempertimbangkan profesionalisme, bukan dari agamanya apa lah, atau sukunya apa, nggak ada itu,” pungkas Sahroni.
(kri)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top