Demokrasi Pasca-Trump

Kamis, 14 Januari 2021 - 05:00 WIB
loading...
A A A
Dengan seorang presiden yang menyerang pers, mengancam untuk memenjarakan lawan politiknya, dan menolak hasil pemilu manakala dia kalah, AS di bawah kepemimpinan Trump bukanlah model rujukan demokrasi dunia. Inilah yang membuat Levistsky dan Ziblat (2018) mengkhawatirkan bahwa kematian demokrasi bisa dipicu oleh pemimpin yang justru terpilih melalui pemilu.

Pelimpahan kepemimpinan dari Trump kepada Biden diharapkan membawa perubahan mendasar. Dalam pidato kemenangannya, Biden antara lain menyerukan persatuan dan kegigihan untuk memulihkan demokrasi serta untuk mengontrol pandemi Covid-19. Seluruh upaya tersebut, kata Biden, membutuhkan sikap welas asih, empati, dan kepedulian.

Nilai-nilai kemanusiaan yang bertebaran dalam pidato Biden tersebut dibutuhkan bukan semata dalam kerangka hubungan antarwarga AS, tetapi juga antara AS dan negara-negara lain. Jargon America First telah diterjemahkan secara ofensif dan cenderung merendahkan posisi negara lain sehingga memicu meningkatnya tegangan global beberapa masa terakhir.

Mengacu Wertheim (2020), Trump membangun dukungan domestik dari agendanya untuk membangun kebesaran AS, tetapi minim wawasan tentang kepemimpinan internasional. Wertheim mengajukan tawaran untuk memperbaiki tatanan global tanpa dominasi AS, yang sebelumnya banyak dibesarkan lewat mesin perang mereka, terutama tiga dekade terakhir.

Harapan perbaikan demokrasi AS sepatutnya berdampak pada perbaikan kondisi global. Dalam deraan pandemi Covid-19, dunia butuh dosis besar kewelasasihan untuk menyembuhkan penyakit kemanusiaan. Pasca-Trump, semestinya tidak ada lagi penyalahgunaan demokrasi sebagai instrumen untuk membangun hegemoni politik global oleh negara mana pun.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Thucydides Trap: Antinomi...
Thucydides Trap: Antinomi China dan Amerika
Menhan Ungkap Asal Muasal...
Menhan Ungkap Asal Muasal Amerika Serikat Ajukan Overflight Access ke Indonesia
Manuver Dua Kaki China...
Manuver Dua Kaki China di Panggung Global
Menkomdigi Tegaskan...
Menkomdigi Tegaskan Pertukaran Data dengan AS Bukan Data Kependudukan
Pakar Hubungan Internasional:...
Pakar Hubungan Internasional: China Punya Kepentingan Redam Konflik AS-Iran
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
Pemimpin Tertinggi Iran...
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Peringatkan Perpecahan setelah Kekalahan Musuh di Medan Perang
AS Hendak Kerahkan Senjata...
AS Hendak Kerahkan Senjata Nuklir ke Lebih Banyak Negara NATO, Bisa Bikin Rusia Murka
Rekomendasi
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
Berita Terkini
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
KKP Tangkap Kapal Asing...
KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
Istana Tepis Isu Pengunduran...
Istana Tepis Isu Pengunduran Diri Menkeu Purbaya
Jadi Kepala BGN, Nanik...
Jadi Kepala BGN, Nanik Deyang: Saya Sarjana Biologi Bukan Kehutanan
Infografis
Chronic Venous Insufficiency,...
Chronic Venous Insufficiency, Penyakit yang Diderita Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved