Indonesia Harus Perkuat Kerja Sama ASEAN di Tengah Persaingan Geopolitik AS-China
Selasa, 12 Januari 2021 - 22:01 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, China telah menunjukkan bahwa negara itu dapat menangani kondisi darurat, seperti wabah COVID-19 dengan efektif. Kualitas birokrasi di China juga termasuk yang terbaik di dunia dengan rekruitmen yang terukur dan kualifikasi hanya yang menempati ranking terbaik di sekolahnya yang menduduki birokrasi di China.
Lalu bagaimana posisi Indonesia? Mahbubani memberikan saran agar Indonesia dan negara-negara lain di dunia agar tetap netral. Pesan yang harus disampaikan secara jelas adalah: “Jangan paksa kami untuk memihak pada AS atau China. Tapi kami ingin menjaga hubungan baik dengan keduanya,” ujar Mahbuani. (Baca juga: Ini Kata Pakar Keamanan Nasional dan Internasional tentang Geopolitik Akibat Covid-19)
Menurutnya, pesan ini akan lebih kuat bila disampaikan secara kolektif dalam wadah ASEAN. Karena ASEAN mewadahi 10 negara dan 650 juta penduduk.
Pada bagian sama, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan bahwa negara-negara yang tergabung dalam Indo-Pasifik dan perjanjian perdagangan bebas RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership) juga sepakat untuk netral.
Menko Perekonomian ini mencontohkan bahwa Indonesia membeli vaksin COVID-19 dari perusahaan AS dan juga perusahaan China, sambil Indonesia juga sedang mengembangkan vaksin sendiri.
Airlangga mengapresiasi jalannya diskusi ini dan berharap Golkar Institute terus menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas yang mencerahkan dan berkualitas tinggi.
Lalu bagaimana posisi Indonesia? Mahbubani memberikan saran agar Indonesia dan negara-negara lain di dunia agar tetap netral. Pesan yang harus disampaikan secara jelas adalah: “Jangan paksa kami untuk memihak pada AS atau China. Tapi kami ingin menjaga hubungan baik dengan keduanya,” ujar Mahbuani. (Baca juga: Ini Kata Pakar Keamanan Nasional dan Internasional tentang Geopolitik Akibat Covid-19)
Menurutnya, pesan ini akan lebih kuat bila disampaikan secara kolektif dalam wadah ASEAN. Karena ASEAN mewadahi 10 negara dan 650 juta penduduk.
Pada bagian sama, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan bahwa negara-negara yang tergabung dalam Indo-Pasifik dan perjanjian perdagangan bebas RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership) juga sepakat untuk netral.
Menko Perekonomian ini mencontohkan bahwa Indonesia membeli vaksin COVID-19 dari perusahaan AS dan juga perusahaan China, sambil Indonesia juga sedang mengembangkan vaksin sendiri.
Airlangga mengapresiasi jalannya diskusi ini dan berharap Golkar Institute terus menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas yang mencerahkan dan berkualitas tinggi.
Lihat Juga :