Oposisi di Indonesia Melemah, PKS Beberkan Penyebabnya

Selasa, 12 Januari 2021 - 15:54 WIB
loading...
Oposisi di Indonesia...
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Fathul Bari. Foto/blokpks.id
A A A
JAKARTA - Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) menilai peran oposisi di Indonesia lemah dan demokrasi berjalan mundur.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pengurus LP3ES, Didik J Rachbini dalam diskusi LP3ES bertajuk Nestapa Demokrasi di Masa Pandemi, Refleksi 2020 dan Outlook 2021 pada Senin 11 Januari 2021.

Pendapat LP3ES itu pun ditanggapi oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai salah satu partai oposisi di Indonesia.

"Kondisi saat ini dengan masuknya banyak parpol serta tokoh politik, pengusaha, kalangan aktivis civil society, bahkan capres dan cawapres penantang yang sebelumnya berbeda pandangan dan bersuara kritis, lalu masuk ke dalam lingkaran kekuasaan, memang perlu dicermati sebagai salah satu sebab berkurangnya kualitas kontrol terhadap pemerintah dan memungkinkan turunnya kualitas demokrasi kita," tutur Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKS, Ahmad Fathul Bari kepada SINDOnews, Selasa (12/1/2021).(Baca juga: Konstitusi Tak Kenal Oposisi, Pantas Saja Demokrat, PKS dan PAN Memble )

Fathul mengatakan, PKS berupaya terus konsisten menjaga tatanan demokrasi dengan tetap berada di luar pemerintahan agar jalannya pemerintahan dapat diawasi secara kritis, obyektif, demokratis, dan bertanggung jawab.

"Kami akan selalu kritis terhadap kebijakan yang kami nilai tidak berpihak kepada kepentingan rakyat atau berpotensi bertentangan dengan konstitusi dan Undang-undang terkait," ujarnya.(Baca juga: Oposisi yang Diperankan PKS, Demokrat, dan PAN Masih Setengah Hati )

Apalagi, lanjut dia, saat ini kita berada dalam masa pandemi yang bukan hanya membutuhkan kebijakan dan penanganan yang baik, tetapi juga memerlukan tata kelola pemerintahan yang harus jauh lebih baik, serta harus tetap terus menjaga semangat demokrasi.

"Bukan malah membuat situasi semakin bertambah buruk dengan penyelewengan anggaran dan kebijakan serta terkesan membatasi ruang demokrasi bagi masyarakat yang bersuara kritis," ungkapnya.(Baca juga: LP3ES: Oposisi Melemah, Demokrasi Berjalan Mundur )

Namun, kata dia, kekhawatirkan publik memang perlu mendapat perhatian. Dia mengatakan parlemen yang saat ini didominasi oleh parpol yang berada di dalam pemerintahan, seharusnya tetap menjadi sarana yang kritis dalam menyuarakan aspirasi masyarakat dan dalam mengawasi jalannya pemerintahan sebagaimana mestinya.

"Suara kritis masyarakat dan pers harus selalu disampaikan. Pemerintah pun jangan tutup mata dan telinga terhadap suara kritis yang disampaikan, bahkan jangan sampai seolah membangun narasi dan tindakan yang membuat masyarakat khawatir untuk menyuarakan aspirasi dan kritik mereka untuk membangun bangsa ini," katanya.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang,...
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang, Golkar: Entah Apa yang Diseimbangkan, Nanti Rakyat yang Menilai
PKB Minta PDIP Tegas...
PKB Minta PDIP Tegas soal Posisi terhadap Pemerintah: Jangan Abu-abu
Soroti Isu Reformasi...
Soroti Isu Reformasi Jilid II, Sekjen Cipayung Plus: Tantangan Saat Ini Berbeda dengan 1998
Soroti Masalah Bangsa,...
Soroti Masalah Bangsa, Jaringan Cendekiawan Muda Ajukan 7 Tuntutan
Said Didu: Jangan Juga...
Said Didu: Jangan Juga Semua Orang Kritis Ditakut-takuti
Jaksa Turki Tuntut Hukuman...
Jaksa Turki Tuntut Hukuman 2.430 Tahun Penjara untuk Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu
Masih Tinggal di Persembunyian,...
Masih Tinggal di Persembunyian, Machado Terkejut Raih Hadiah Nobel Perdamaian
Profil Maria Corina...
Profil Maria Corina Machado, Wanita Pemberani Venezuela Peraih Hadiah Nobel Perdamaian
Rekomendasi
Prakiraan Cuaca Jakarta...
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 24 Juni 2026: Berawan Sejak Pagi, Berpotensi Hujan Ringan Sore Hari
Cerita Nurma, dari Belajar...
Cerita Nurma, dari Belajar di Perpustakaan hingga Malam Kini Bisa Kuliah Gratis di UGM
DPW Partai Perindo DKI...
DPW Partai Perindo DKI Launching Warkop Aspirasa, Gelar Diskusi Refleksi 499 Tahun Jakarta
Berita Terkini
Pakar Nilai Penggeledahan...
Pakar Nilai Penggeledahan Roy Suryo dan Dokter Tifa Sudah Sesuai Aturan
Garda Prabowo: Penyampaian...
Garda Prabowo: Penyampaian Mahasiswa dalam Aksi Demonstrasi Kurang Beradab
Badan Gizi Nasional...
Badan Gizi Nasional dan Reduksi Orkestrasi Pemenuhan Gizi
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan terkait Penggeledahan
Desak Beri Kompensasi...
Desak Beri Kompensasi Akibat Mati Listrik Bergilir, DPR: Jangan Tiap Masalah Rakyat Diminta Sabar
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Gorontalo, Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved