Insiden SJ-182 dan Penghormatan Nyawa Manusia
Selasa, 12 Januari 2021 - 05:05 WIB
loading...
A
A
A
Asumsi awal inilah yang patut didalami lagi. Investigasi lengkap di wilayah ini layak dilakukan, apalagi dilihat dari perkembangan bisnisnya, Sriwijaya Air banyak mengalami guncangan dalam beberapa tahun terakhir. Munculnya pandemi Covid-19 kian membuat Sriwijaya makin berat untuk bisa terbang. Dan, kru yang harus dirumahkan serta pesawat yang “dihanggarkan” adalah konsekuensi yang tak terhindarkan. Keterbatasan anggaran membuat perawatan untuk pencegahan korosi seperti wanti-wanti FAA berpotensi tak maksimal diantisipasi.
Terlepas apakah asumsi ini akan menjadi kebenaran atau tidak, faktor lain yang tak bisa dikesampingkan adalah sejauh mana prosedur pengawasan pesawat yang jadi tugas Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) Kementerian Perhubungan. Sudahkah pengawasan detail sebagaimana mandat peraturan Internasional Civil Aviation Organization (ICAO) dan UU No 1/2009 tentang Penerbangan sudah dilakukan? Sudahkan pengecekan memenuhi standar Civil Aviation Safety Regulation (CASR) dan manual pabrikan pesawat atau aircraft maintenance manual?
Asumsi-asumsi ini harus diurai demi menciptakan keselamatan penerbangan di masa mendatang. Cukuplah insiden Sriwijaya Air Sj-182 ini menjadi peringatan bersama bahwa nyawa manusia adalah menjadi hak prerogatif Tuhan. Namun, jangan sampai demi kepentingan bisnis atau kepentingan sesaat, nyawa penumpang menjadi taruhan dan seolah menjadi harga murahan.
Terlepas apakah asumsi ini akan menjadi kebenaran atau tidak, faktor lain yang tak bisa dikesampingkan adalah sejauh mana prosedur pengawasan pesawat yang jadi tugas Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) Kementerian Perhubungan. Sudahkah pengawasan detail sebagaimana mandat peraturan Internasional Civil Aviation Organization (ICAO) dan UU No 1/2009 tentang Penerbangan sudah dilakukan? Sudahkan pengecekan memenuhi standar Civil Aviation Safety Regulation (CASR) dan manual pabrikan pesawat atau aircraft maintenance manual?
Asumsi-asumsi ini harus diurai demi menciptakan keselamatan penerbangan di masa mendatang. Cukuplah insiden Sriwijaya Air Sj-182 ini menjadi peringatan bersama bahwa nyawa manusia adalah menjadi hak prerogatif Tuhan. Namun, jangan sampai demi kepentingan bisnis atau kepentingan sesaat, nyawa penumpang menjadi taruhan dan seolah menjadi harga murahan.
(bmm)
Lihat Juga :