Menelisik Belanja Negara di Masa Pandemi

Senin, 11 Januari 2021 - 07:18 WIB
loading...
A A A
Pandemi belum juga usai. Arah kebijakan APBN 2021 juga tak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. APBN 2021 masih menjadi instrumen utama dalam penanganan Covid-19. Eksekutif dan legislatif telah menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021. Dari penetapan tersebut, penerimaan ditargetkan sebesar Rp1.743,6 triliun, belanja

Rp2.750 triliun, dan defisit Rp1.006,3 triliun atau 5,7%. Pada APBN 2021 pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp169,7 triliun untuk sektor kesehatan, sedangkan sektor pendidikan mendapatkan alokasi belanja Rp550 triliun dan infrastruktur Rp417,4 triliun. Upaya perlindungan sosial masyarakat juga mendapat porsi yang cukup besar, yakni senilai Rp408, 8 triliun. Alokasi belanja ini tumbuh 0,4% bila dibandingkan dengan APBN 2020. Meskipun APBN telah ditetapkan oleh undang-undang, perubahan di dalam APBN masih dapat terjadi mengingat tantangan Indonesia dalam menghadapi Covid-19 masih sangat dinamis.

Selanjutnya pada 2021 ini APBN juga menjadi penopang program pemerintah atas rencana pemberian vaksin secara nasional. Saat ini Menteri Keuangan masih berupaya mengatur keuangan negara 2021 agar program vaksinasi Covid-19 gratis dapat berjalan. Anggaran belanja untuk kesehatan kini setidaknya sebesar Rp25,4 triliun di mana angka tersebut masih sangat sementara. Setelah Presiden menyatakan bahwa vaksinasi dilakukan secara gratis, diperkirakan anggarannya dapat mencapai lebih dari Rp74 triliun.

Selain fokus pada bidang kesehatan, APBN 2021 juga akan tetap memberikan bantalan pengaman sosial dan ekonomi. Anggaran untuk perlindungan sosial, pemerintah mengalokasikan Rp110,2 triliun. Kemudian untuk anggaran sektoral kementerian/lembaga dan pemda disiapkan Rp184,2 triliun atau lebih besar bila dibandingkan dengan alokasi sebelumnya yang sebesar Rp136,7 triliun. Sementara itu anggaran dukungan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta pembiayaan korporasi adalah Rp63,84 triliun.

Terakhir pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk insentif usaha sebesar Rp20,26 triliun. Pemerintah dalam menggunakan APBN 2021 tetap mempertimbangkan kehati-hatian. Defisit pembiayaan dan utang tetap dijaga dengan aman. Defisit anggaran akan dibiayai dengan memanfaatkan sumber-sumber pembiayaan yang aman dan dikelola secara hati-hati. Hal itu dilakukan untuk tetap mendorong agenda pemulihan ekonomi nasional sekaligus penanganan pandemi, termasuk vaksinasi. Pada 2021 ini pemerintah akan terus memfokuskan perhatian dalam mengelola APBN agar tetap responsif, fleksibel, tetapi tetap akuntabel dan transparan. Semoga.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesta Elite, Resesi...
Pesta Elite, Resesi Sulit
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Alumni Relawan RSDC...
Alumni Relawan RSDC Wisma Atlet Hadiri Reuni dan Halalbihalal di Markas Marinir
Mitigasi Inklusif Kolaboratif...
Mitigasi Inklusif Kolaboratif Organisasi Jadi Model Ideal Hadapi Bencana Non Alam Pandemi
3 Orang Jadi Tersangka,...
3 Orang Jadi Tersangka, Kasus Pengadaan APD Covid-19 Rugikan Negara Rp319 Miliar
SBY Lapor ke Jokowi...
SBY Lapor ke Jokowi Jadi Penasihat Khusus Aliansi Sedunia Membasmi Malaria
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Defisit APBN April 2026...
Defisit APBN April 2026 Sentuh Rp164,4 T, Belanja Negara Meroket jadi Rp1.082,8 Triliun
Rekomendasi
Album Baru Slank Republik...
Album Baru Slank Republik Fufu Fafa Resmi Meluncur, Sarat Kritik Sosial
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Berita Terkini
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved