Teknologi Otonom Berkembang Pesat, Indonesia Perlu Segera Bikin Regulasi
Selasa, 05 Januari 2021 - 12:59 WIB
loading...
A
A
A
Secara internasional, Indonesia perlu lebih proaktif untuk terlibat di dalam perumusan norma dan peraturan internasonal terkait perkembangan teknologi otonom laut baik yang di permukaan maupun di dalam laut. Proses pembahasan regulasi tersebut di IMO (International Maritime Organisation) misalnya, Indonesia harus lebih banyak berperan.
(Baca: Drone Asing Ditemukan di Selayar, Anggota DPR Curiga Milik Dua Negara Ini)
Begitu juga Indonesia perlu memperkuat keberadaan hukum laut internasional (UNCLOS) untuk kiranya dapat menjangkau perkembangan teknologi baru seperti teknologi otonom bawah laut yang dapat berfungsi/dikembangkan baik untuk tujuan militer, maupun non-militer.
"Pilihan lainnya, untuk regulasi operasi teknologi otonom bawah laut tersebut, bisa juga Indonesia mengajukan pemikiran tersendiri untuk secara khusus PBB memengembangkan mekanisme tersendiri untuk mengaturnya, sehingga kehadiran teknologi baru bawah laut tersebut dapat mendatangkan manfaat lebih banyak, dan tidak menimbulkan persoalan/konflik di kemudiana hari. Sebab kemajuan teknologi tidak bisa dibendung, namun dikembangkan untuk kemaslahatan manusia," pungkasnya.
(Baca: Drone Asing Ditemukan di Selayar, Anggota DPR Curiga Milik Dua Negara Ini)
Begitu juga Indonesia perlu memperkuat keberadaan hukum laut internasional (UNCLOS) untuk kiranya dapat menjangkau perkembangan teknologi baru seperti teknologi otonom bawah laut yang dapat berfungsi/dikembangkan baik untuk tujuan militer, maupun non-militer.
"Pilihan lainnya, untuk regulasi operasi teknologi otonom bawah laut tersebut, bisa juga Indonesia mengajukan pemikiran tersendiri untuk secara khusus PBB memengembangkan mekanisme tersendiri untuk mengaturnya, sehingga kehadiran teknologi baru bawah laut tersebut dapat mendatangkan manfaat lebih banyak, dan tidak menimbulkan persoalan/konflik di kemudiana hari. Sebab kemajuan teknologi tidak bisa dibendung, namun dikembangkan untuk kemaslahatan manusia," pungkasnya.
(muh)
Lihat Juga :