ASN MODIIS dan Spirit Baru Kementerian Agama
Selasa, 05 Januari 2021 - 04:35 WIB
loading...
A
A
A
Pada dasarnya, kata “agama” yang menempel dalam nama Kementerian Agama meninggalkan tanggung jawab moral. Bahkan mungkin ada ekspektasi besar masyarakat agar Kemenag mampu merepresentasikan nilai-nilai agama. Sebab pelaksana kebijakan terkait agama idealnya menjunjung nilai-nilai agama tersebut. Ekspektasi masyarakat ini sekalipun mungkin belum terpenuhi secara maksimal bisa menjadi motivasi bagi ASN Kemenag, baik dalam bekerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam hal ini, ASN Kemenag selain bekerja dengan baik sesuai tugas dan fungsi, diharapkan dapat menjadi teladan di masyarakat. Di lingkungan kerja, sudah selayaknya ASN mengedepankan profesionalitas. Sementara itu, di masyarakat ASN Kemenag dituntut memiliki peran sosial dan keagamaan.
Sejauh ini sudah cukup banyak ASN yang memiliki kontribusi besar di masyarakat. Dalam bidang keagamaan misalnya, ada yang menjadi pengurus ormas keagamaan, merintis hingga mengembangkan lembaga pendidikan keagamaan. Dalam skala lain, banyak juga yang aktif di masyarakat sebagai penceramah, ketua RW, pengurus masjid, dan beragam aktivitas positif lainnya.
Hanya saja, hal ini perlu menjadi kesadaran dan gerakan bersama sehingga dampaknya dapat dirasakan secara lebih optimal. Secara tidak langsung nantinya hal ini akan berpengaruh terhadap citra Kemenag.
Melalui kontribusi aktif di masyarakat inilah ASN Kemenag dapat menjadi inspirasi di masyarakat. Nilai-nilai agama tidak hanya termanifestasikan dalam lingkup individu. Sebaliknya, melalui peran sosial, nilai agama menjadi energi kebaikan yang mengalir terus-menerus. Jika energi kebaikan ini terus dipupuk dikembangkan, akan menjadi lokomotif perbaikan kehidupan berbangsa.
Dengan demikian, agama sebagai inspirasi bisa terwujud melalui perilaku pemeluk agama yang selalu menjalankan kebaikan sehingga menjadi inspirasi banyak orang. Di lingkungan Kemenag RI, keberadaan ASN yang inspiratif ini menjadi tidak hanya memberi nilai positif bagi ASN itu sendiri, akan tetapi juga bagi Kemenag. Semoga.
Dalam hal ini, ASN Kemenag selain bekerja dengan baik sesuai tugas dan fungsi, diharapkan dapat menjadi teladan di masyarakat. Di lingkungan kerja, sudah selayaknya ASN mengedepankan profesionalitas. Sementara itu, di masyarakat ASN Kemenag dituntut memiliki peran sosial dan keagamaan.
Sejauh ini sudah cukup banyak ASN yang memiliki kontribusi besar di masyarakat. Dalam bidang keagamaan misalnya, ada yang menjadi pengurus ormas keagamaan, merintis hingga mengembangkan lembaga pendidikan keagamaan. Dalam skala lain, banyak juga yang aktif di masyarakat sebagai penceramah, ketua RW, pengurus masjid, dan beragam aktivitas positif lainnya.
Hanya saja, hal ini perlu menjadi kesadaran dan gerakan bersama sehingga dampaknya dapat dirasakan secara lebih optimal. Secara tidak langsung nantinya hal ini akan berpengaruh terhadap citra Kemenag.
Melalui kontribusi aktif di masyarakat inilah ASN Kemenag dapat menjadi inspirasi di masyarakat. Nilai-nilai agama tidak hanya termanifestasikan dalam lingkup individu. Sebaliknya, melalui peran sosial, nilai agama menjadi energi kebaikan yang mengalir terus-menerus. Jika energi kebaikan ini terus dipupuk dikembangkan, akan menjadi lokomotif perbaikan kehidupan berbangsa.
Dengan demikian, agama sebagai inspirasi bisa terwujud melalui perilaku pemeluk agama yang selalu menjalankan kebaikan sehingga menjadi inspirasi banyak orang. Di lingkungan Kemenag RI, keberadaan ASN yang inspiratif ini menjadi tidak hanya memberi nilai positif bagi ASN itu sendiri, akan tetapi juga bagi Kemenag. Semoga.
(bmm)
Lihat Juga :