Saksi Kasus Korupsi Benih Lobster Meninggal, Begini Reaksi KPK
Senin, 04 Januari 2021 - 13:31 WIB
loading...
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat akan memasuki Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, Jumat 4 Desember 2020). Foto/SINDOnews/Sutikno
A
A
A
JAKARTA - Salah seorang saksi dalam kasus dugaan suap perizinan benih lobster meninggal dunia.Saksi itu adalah pengendali PT Aero Citra Kargo bernama Deden Deni.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun membenarkan informasi tersebut. "Informasi yang kami terima yang bersangkutan meninggal sekitar tanggal 31 Desember yang lalu," ujar Pelaksana Tugas Juru bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Seni (4/1/2021).
Deden pernah diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo pada 7 Desember 2020. Ketika itu tim penyidik mengonfirmasi mengenai aktivitas PT Aero Citra Kargo (ACK) dalam pengajuan izin benur atau ekspor benih lobster di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Diketahui, PT Aero Citra Kargo (ACK) merupakan satu-satunya perusahaan kargo yang mendapatkan izin untuk mengangkut benur ke luar negeri. PT ACK memasang tarif pengangkutan Rp1.800 per ekor.
Berdasarkan pengusutan KPK, uang yang masuk ke rekening PT ACK itu selanjutnya didiuga ditarik ke rekening pemegang PT ACK, yaitu Ahmad Bahtiar dan Amri senilai total Rp9,8 miliar.(Baca juga: Dalami Suap Benih Lobster, KPK Panggil Ajudan Edhy Prabowo )
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun membenarkan informasi tersebut. "Informasi yang kami terima yang bersangkutan meninggal sekitar tanggal 31 Desember yang lalu," ujar Pelaksana Tugas Juru bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Seni (4/1/2021).
Deden pernah diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo pada 7 Desember 2020. Ketika itu tim penyidik mengonfirmasi mengenai aktivitas PT Aero Citra Kargo (ACK) dalam pengajuan izin benur atau ekspor benih lobster di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Diketahui, PT Aero Citra Kargo (ACK) merupakan satu-satunya perusahaan kargo yang mendapatkan izin untuk mengangkut benur ke luar negeri. PT ACK memasang tarif pengangkutan Rp1.800 per ekor.
Berdasarkan pengusutan KPK, uang yang masuk ke rekening PT ACK itu selanjutnya didiuga ditarik ke rekening pemegang PT ACK, yaitu Ahmad Bahtiar dan Amri senilai total Rp9,8 miliar.(Baca juga: Dalami Suap Benih Lobster, KPK Panggil Ajudan Edhy Prabowo )
Lihat Juga :