Selamat Tahun Baru, UMKM Indonesia

Senin, 04 Januari 2021 - 07:00 WIB
loading...
A A A
Maka, hal utama yang harus dilakukan UMKM Indonesia adalah menginventarisasi kepastian-kepastian perubahan terkait pola transaksi dan pola belanja konsumen. Mulai dari perubahan gaya hidup yang lekat dengan keterbatasan gerak berikut kewajiban protokol kesehatannya, cara berbelanja, pilihan komoditas, sekaligus pilihan prioritas barang serta jasa yang akan dibeli, kemungkinan terus turunnya daya beli masyarakat, serta apa pun hal-hal yang terkait dengan tren penyesuaian pada era pandemi dan (semoga segera terjadi) pascapandemi.

Kurun waktu sedikitnya 10 bulan sejak Indonesia dinyatakan suspect besar Covid-19 pada Maret 2020 lalu, sudah lebih dari cukup untuk mengatakan bahwa tidak boleh ada penundaan apa pun terkait penyesuaian dan perubahan pola berusaha UMKM Indonesia. Baik terkait pola produksi, pola konsumsi bahan baku, pola pemasaran, maupun pola transaksi antara pembeli dan UMKM sebagai penjual barang dan jasa.

Sangat keterlaluan jika kurun waktu pandemi yang sudah sedemikian lama dan belum tampak ujungnya ini tidak membuat UMKM Indonesia sadar diri akan tuntutan perubahan itu. Apalagi jika ada UMKM yang masih saja yakin bahwa mereka akan bisa bertahan dan melewati badai ekonomi ini dengan “kekolotan” mereka menggunakan cara-cara lama dalam beraktivitas usaha.

Ekstremitas Perubahan
Sebagai sebuah disrupsi besar dan dipercepat, maka dalam beberapa aspek, perubahan-perubahan yang harus dilakukan UMKM Indonesia tidak lagi bisa bersifat evolusioner tapi harus revolusioner. Perubahan yang cepat dan mendasar. Ekstrem.

Di mana saja perubahan revolusioner itu harus dilakukan? Pertama, UMKM harus menyasar pada sektor produksi barang dan jasa yang bersifat sunshine growth (masih bisa berkembang) pada era pandemi. Bukan yang bersifat sunset growth.

Seperti apa contohnya? Mengacu pada hasil riset Dcode EFC Analysis, pada kategori pandemic sunshine growth, UMKM bisa mencoba peruntungan di sektor medical supply and service, food processing, personal healthcare, information and communication technology (ICT), e-commerce dan modern agriculture.

Sementara pada kategori pandemic sunset growth, ada tourism and leisure, aviation and maritime, construction and real estate, serta manufacturing non-essesial things. Dan, di antara kedua kategori tersebut (pandemic moderate growth), ada sektor financial services, education, transportation serta oil and gas.

Apa yang harus dilakukan UMKM dengan kategorisasi ini? UMKM harus ekstrahati-hati ketika ia bergerak di sektor yang tergolong pandemic sunset growth, dan harus segera bergerak melengkapi atau bahkan bergeser ke arah pandemic sunshine sector. Harus ada keberanian untuk berubah, dengan tuntutan perubahan yang cepat. Ingat: belum ada yang bisa memastikan kapan pandemi mereda. Jangka pendek, atau bisa saja jangka panjang.

Kedua, pencadangan dan alokasi modal usaha untuk mendukung proses perubahan yang harus dilakukan. UMKM harus berani mengalokasikan modalnya untuk bicara pendidikan atau pelatihan pekerja, investasi penyesuaian alat produksi, modifikasi sarana prasarana pemasaran, model beriklan atau komunikasi, hingga pada pengayaan (enrichment) metode transaksi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Wali Kota Agustina Inisiasi...
Wali Kota Agustina Inisiasi Program Waras Ekonomi, UMKM Semarang Kini Terhubung dalam Satu Platform
Rakernas Inkopotren...
Rakernas Inkopotren 2026 Fokus Dorong UMKM Pesantren Go Internasional
Pendampingan PNM Mekaar...
Pendampingan PNM Mekaar Antar Perempuan UMKM Raih Prestasi Nasional
Pertumbuhan yang Berdampak
Pertumbuhan yang Berdampak
Ekosistem UMKM untuk...
Ekosistem UMKM untuk Tumbuh dan Kembang
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
Dukung Nelayan Lebih...
Dukung Nelayan Lebih Aman Melaut, Askrindo Gandeng DKP Kabupaten Demak
Rekomendasi
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved