Cerita Yusril Soal Sosok Muladi, Ahli Hukum yang Berwibawa
Jum'at, 01 Januari 2021 - 21:01 WIB
loading...
A
A
A
Dirinya tidak menyangka ketika pada akhir tahun 1999, Yusril yang kemudian menjadi Menteri Kehakiman menggantikan Muladi. "Hubungan kami berdua berjalan baik sampai 2 tahun yang lalu untuk terakhir kali saya bertemu beliau dalam kondisi kesehatan yang makin menurun," katanya.
Di era terakhir zaman Presiden Soeharto dan Habibie, kata Yusril, Muladi aktif di Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Latar belakang Muladi semasa kuliah adalah GMNI. "Saya melihat kecenderungan almarhum kepada Islam begitu mendalam. Tdk berlebihan kiranya kalau saya katakan beliau adalah Nasionalis Muslim yg sejati," kata Yusril.
Ketegasan pendirian serta sikap bijak dan hati-hati Muladi itu, tutur Yusril, menjadi teladan baginya. "Beliau pekerja keras dan menyelesaikan tugas2 tepat waktu. Beliau memberikan nasehat kepasa saya waktu serahterima jabatan Menteri Kehakiman akhir 1999 agar saya tetap bijak dan obyektif," cuit Yusril.
"Kini Prof Muladi telah tiada. Kita kehilangan tokoh besar bangsa dan negara serta ilmuwan hukum yang sangat berwibawa. Usia manusia ada batasnya. Segala yang bernyawa akan mati. Kita semua akan kembali kepadaNya...," pungkas cuitan Yusril.
Di era terakhir zaman Presiden Soeharto dan Habibie, kata Yusril, Muladi aktif di Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Latar belakang Muladi semasa kuliah adalah GMNI. "Saya melihat kecenderungan almarhum kepada Islam begitu mendalam. Tdk berlebihan kiranya kalau saya katakan beliau adalah Nasionalis Muslim yg sejati," kata Yusril.
Ketegasan pendirian serta sikap bijak dan hati-hati Muladi itu, tutur Yusril, menjadi teladan baginya. "Beliau pekerja keras dan menyelesaikan tugas2 tepat waktu. Beliau memberikan nasehat kepasa saya waktu serahterima jabatan Menteri Kehakiman akhir 1999 agar saya tetap bijak dan obyektif," cuit Yusril.
"Kini Prof Muladi telah tiada. Kita kehilangan tokoh besar bangsa dan negara serta ilmuwan hukum yang sangat berwibawa. Usia manusia ada batasnya. Segala yang bernyawa akan mati. Kita semua akan kembali kepadaNya...," pungkas cuitan Yusril.
(maf)
Lihat Juga :