Heboh Pernikahan Virtual, Gus Dur Ternyata Nikahi Sinta Nuriyah Jarak Jauh
Jum'at, 01 Januari 2021 - 14:52 WIB
loading...
A
A
A
Lewat surat balasannya Sinta berusaha menghibur. "Masak manusia harus gagal dalam segala-galanya. Gagal dalam studi, paling tidak berhasil dalam jodoh," ujar Sinta dalam suratnya.
Selama tahun-tahun yang dihabiskan Gus Dur di Kairo, dia memang terus berkomunikasi dengan Sinta. Gus Dur pun memaknai datangnya surat secara teratur dari Sinta sebagai tanda ia tidak ditolak. Setelah sekian lama berhubungan lewat surat, Gus Dur akhirnya melamar Sinta Nuriyah. Tak langsung dijawab oleh Sinta karena merasa belum yakin.
Dalam buku Biografi Gus Dur yang ditulis Greg Barton, diceritakan Sinta mengaku pernah bertanya ke seseorang terlebih dahulu sebelum menjawab lamaran Gus Dur. "Apakah Gus Dur benar-benar pemuda yang tepat baginya. Atau, apakah dia harus mencari pemuda lain?" sepenggal tulisan dalam buku tersebut.
(Baca juga : Rhian Sugden, Cewek yang Pernah Nolak Cinta Ronaldo )
Namun jawaban seseorang itu jelas. "Jangan mencari-cari lagi, yang sekarang ini ( Gus Dur ) akan menjadi teman hidup Anda." Akhirnya Sinta memutuskan menerima Gus Dur sebagai teman hidupnya. Pada pertengahan 1966, Gus Dur meminangnya, dan keduanya bertunangan.
Dua tahun kemudian, 1968, Gus Dur akhirnya menikahi Sinta. Uniknya, dalam pernikahan tersebut Gus Dur tidak ada di lokasi yang sama dengan Sinta melalu perantara kakeknya, Kiai Bisri Syansuri yang berusia 81 tahun, karena dia masih berada di Kairo waktu itu. Sontak hal tersebut membuat heboh masyarakat karena mengira Sinta menikah dengan kakek Gus Dur.
Merasa belum sepenuhnya menikah, akhirnya keduanya sepakat menikah lagi setelah sama-sama lulus kuliah Resepsi pernikahan Gus Dur dengan Sinta Nuriah dilakukan sepulangnya menimba ilmu dari Timur Tengah dan Eropa pada 4 Mei 1971.
Dalam sebuah cerita, Gus Dur juga pernah ditanya apakah boleh akad nikah dilakukan melalui Yahoo Messenger, satu teknologi chat yang terkenal awal-awal tahun 2000? Gus Dur menjawab: Boleh saja, asal bercintanya jarak jauh juga.
Selama tahun-tahun yang dihabiskan Gus Dur di Kairo, dia memang terus berkomunikasi dengan Sinta. Gus Dur pun memaknai datangnya surat secara teratur dari Sinta sebagai tanda ia tidak ditolak. Setelah sekian lama berhubungan lewat surat, Gus Dur akhirnya melamar Sinta Nuriyah. Tak langsung dijawab oleh Sinta karena merasa belum yakin.
Dalam buku Biografi Gus Dur yang ditulis Greg Barton, diceritakan Sinta mengaku pernah bertanya ke seseorang terlebih dahulu sebelum menjawab lamaran Gus Dur. "Apakah Gus Dur benar-benar pemuda yang tepat baginya. Atau, apakah dia harus mencari pemuda lain?" sepenggal tulisan dalam buku tersebut.
(Baca juga : Rhian Sugden, Cewek yang Pernah Nolak Cinta Ronaldo )
Namun jawaban seseorang itu jelas. "Jangan mencari-cari lagi, yang sekarang ini ( Gus Dur ) akan menjadi teman hidup Anda." Akhirnya Sinta memutuskan menerima Gus Dur sebagai teman hidupnya. Pada pertengahan 1966, Gus Dur meminangnya, dan keduanya bertunangan.
Dua tahun kemudian, 1968, Gus Dur akhirnya menikahi Sinta. Uniknya, dalam pernikahan tersebut Gus Dur tidak ada di lokasi yang sama dengan Sinta melalu perantara kakeknya, Kiai Bisri Syansuri yang berusia 81 tahun, karena dia masih berada di Kairo waktu itu. Sontak hal tersebut membuat heboh masyarakat karena mengira Sinta menikah dengan kakek Gus Dur.
Merasa belum sepenuhnya menikah, akhirnya keduanya sepakat menikah lagi setelah sama-sama lulus kuliah Resepsi pernikahan Gus Dur dengan Sinta Nuriah dilakukan sepulangnya menimba ilmu dari Timur Tengah dan Eropa pada 4 Mei 1971.
Dalam sebuah cerita, Gus Dur juga pernah ditanya apakah boleh akad nikah dilakukan melalui Yahoo Messenger, satu teknologi chat yang terkenal awal-awal tahun 2000? Gus Dur menjawab: Boleh saja, asal bercintanya jarak jauh juga.
(maf)
Lihat Juga :