Demokrasi Indonesia di 2021 Bakal Menghadapi Tantangan Berat

Kamis, 31 Desember 2020 - 12:40 WIB
loading...
Demokrasi Indonesia...
Demokrasi Indonesia pada 2021 mendatang bakal menghadapi tantangan berat. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Meskipun belum mengarah pada otoritarianisme, demokrasi Indonesia saat ini menuju masyarakat post democracy, yaitu masyarakat yang menggunakan seluruh institusi demokrasi, tetapi demokrasi hanya berkembang di permukaan sebagai formalitas saja. Apalagi dengan pandemi dan resesi ekonomi saat ini, ada kecenderungan pemerintah bertindak berlebihan dan menafikan demokrasi dalam menangani pandemi.

(Baca juga : Obituari Muladi, Mantan Menteri yang Sempat Tidak Lulus SD dan SMP )

Demikian disampaikan Ketua Balitbang DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra dalam diskusi daring Proklamasi Democracy Forum ke-8, bertajuk Demokrasi Indonesia Di tengah Pandemi & Resesi Ekonomi: Harapan Untuk 2021, Rabu 30 Desember 2020. Herzaky menegaskan transparansi, kredibilitas dan kebebasan arus informasi, partisipasi dan kolaborasi kelompok masyarakat sipil secara sukarela, merupakan unsur-unsur penting dalam menangani pandemi sesuai nilai-nilai demokrasi. Sedangkan parlemen benar-benar menjalankan check and balances, bukan hanya mendukung pemerintah. (Baca juga: Munarman dkk Bentuk Front Persatuan Islam, Pemerintah Diminta Tak Menghambat)

Terkait ini, Direktur Eksekutif Puskappol UI Aditya Perdana, mengingatkan ancaman terhadap demokrasi Indonesia pada 2021. Ada ancaman demokrasi berupa represi kebebasan sipil dan politik, termasuk secara daring, ruang partisipasi publik yang terbatas karena pandemi, dan meluasnya konsolidasi aparat keamanan dalam ruang publik. Ada pula ancaman politik elektoral, berupa kekuatan oligarki dan dinasti politik yang juga terkonsolidasi, serta dilemahkannya peluang calon perseorangan. Terakhir, keterbatasan dalam mengawai pemerintah, seperti tercermin dalam korupsi bansos oleh Menteri Sosial. Adit pun mengingatkan salah satu tantangan terbesar 2021 adalah pembahasan revisi UU Pemilu dan Pilkada. (Baca juga: Indonesia Dinilai Belum Cerminkan Demokrasi Substantif)

Bicara soal Pilkada, Komisioner KPU RI Viryan Azis mengungkapkan hanya Indonesia yang bisa menyelenggarakan Pemilu dengan partisipan terbanyak saat pandemi yaitu 75%. Ini pertanda positif bagi demokrasi Indonesia. Sedangkan pegiat HAM dan demokrasi Donny Ardianto dari Kurawal Foundation, menegaskan politisasi penegak hukum, menandai kemunduran demokrasi di Indonesia, disamping pemusatan kekuasaan dan pemberangusan oposisi. Polisi menjadi alat kekuasaan untuk menekan kritik dan lawan politik dengan menggunakan perangkat hukum. Donny khawatir lahirnya rezim otoritarian baru yang disokong alat pukul yang baru ini. (Baca juga: Ditanya soal Politik Indonesia, Shamsi Ali Ungkap Sejarah Kekuasaan)

Ahli sosiologi dari UNJ Robertus Robert, menegaskan kalau demokrasi baru tumbuh apabila ada partisipasi warga negara. Karena itu, memperkuat dan menyehatkan partai politik merupakan bagian penting dalam demokrasi. Dalam dua tahun terakhir, civil society sudah mulai siuman sejak adanya polarisasi akibat Pilpres 2019.

(Baca juga : Menunda-nunda Waktu Salat, Musibah Besar Kaum Perempuan )

Kepala Pemberitaan Korporat Tempo Media Arif Zulkifi juga mengingatkan pers menghadapi tantangan berat pada 2021. Mobilitas dan cara kerja dunia pers terbatasi oleh pandemi. Pers juga bekerja di bawah ancaman kriminalisasi melalui UU ITE, dan serangan dari pihak-pihak anti demokrasi berupa doxing dan hacking. Situasi pandemi juga menekan industri media dari sisi ekonomi.

(Baca juga : Prabowo Tak Boleh Alergi Duetkan Ganjar-Sandi di Pilpres 2024 )

Di dalam kalangan pers sendiri, belum ada pemahaman yang seragam tentang konsistensi media di tengah masyarakat yang terbelah. Dalam kasus penembakan anggota FPI, misalnya, Arief menegaskan koridor nilai-nilai kemanusiaan mesti menjadi pegangan bersama, terlepas para korbannya punya ideologi dan pandangan politik seperti apa.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Soal Film Pesta Babi,...
Soal Film Pesta Babi, TNI AD: Kami Tak Antikritik, tapi Kritik Harus Berdasarkan Data dan Fakta
28 Tahun Reformasi 1998:...
28 Tahun Reformasi 1998: Demokrasi Tumbuh, Oligarki Menguat, Keadilan Sosial Masih Diperebutkan
Soal Pernyataan Amien...
Soal Pernyataan Amien Rais, Foksi Ingatkan Pentingnya Etika Demokrasi di Ruang Publik
Tanggapi Amien Rais,...
Tanggapi Amien Rais, Gerakan Pemuda Marhaen: Penurunan Kualitas Demokrasi
Tata Kelola Digital...
Tata Kelola Digital dan Investasi Demokrasi
Konsolidasi Kekuatan...
Konsolidasi Kekuatan di Jawa Barat, Perindo Targetkan Basis Kemenangan dan Model Nasional
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Forum Kebijakan Kita...
Forum Kebijakan Kita di UGM Dorong Mahasiswa Aktif Kawal Demokrasi dan Pendidikan
Rekomendasi
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Bela Ruben Onsu, Betrand...
Bela Ruben Onsu, Betrand Peto Mengaku Pernah Ditampar Keluarga Sarwendah
Berita Terkini
5 Peristiwa Politik...
5 Peristiwa Politik Pekan Ini: Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden, Prabowo Terima JK, hingga Mahasiswa Turun ke Jalan
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Wamenhaj: Transparansi...
Wamenhaj: Transparansi jadi Kunci Berantas Kartel Haji
Menkomdigi Ajak Generasi...
Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat dan Lawan Kejahatan Digital
Mendikdasmen Abdul Muti:...
Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sebagian Besar Murid Berharap Program MBG Dilanjutkan
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved