Ada Varian Baru Covid-19, Epidemiolog Minta Pemerintah Tutup Ruang Gerak

Selasa, 29 Desember 2020 - 22:03 WIB
loading...
Ada Varian Baru Covid-19,...
Ada varian baru Covid-19, epidemiolog minta pemerintah tutup ruang gerak masyarakat. Foto/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Virus Sars Cov-II terus bermutasi dan kini ditemukan varian baru , B117, yang banyak ditemukan di Inggris. Pemerintah harus mengantisipasi dari sisi pintu masuk hingga menyiapkan fasilitas kesehatan dalam menangani penambahan jumlah pasien.

Epidemiolog Kamaluddin Latief mengatakan, varian baru ini memiliki tingkat penularan 71 persen lebih cepat dibandingkan jenis lama. Yang harus diantisipasi dari virus Sars Cov-II ini adalah fatality rate (kematian) dan penularan. Sejak awal muncul di Wuhan, Tiongkok, pada akhir Desember 2019, virus ini dengan cepat menyebar antarmanusia di seluruh dunia.

"Kombinasi dari kedua itu (fatality dan penularan) yang dikhawatirkan. Jangan sampai virusnya cepat menular dan gampang mematikan. Fatality rate ini artinya jumlah yang meninggal di antara semua yang sudah dinyatakan sakit. Kita selalu mengatakan case fatality cenderung rendah. Jangan lupa dikalikan dengan jumlah kasus aktif, sekarang yang dirawat sudah puluhan ribu," ujarnya saat dihubungi KORAN SINDO, Selasa (29/12/2020).
Ada Varian Baru Covid-19, Epidemiolog Minta Pemerintah Tutup Ruang Gerak

Data teranyar dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 , jumlah kasus aktif 108.636 dan suspek 68.181 orang. Penyakit Covid-19 di Indonesia telah merenggut nyawa sebanyak 21.703. Virus Sars Cov-II ini sudah berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota. Kamaluddin mengingatkan pemerintah dan masyarakat agar waspada dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Sebab, fasilitas kesehatan sudah kewalahan.

(Baca juga: Syaikh Ali Jaber Positif Covid-19, Ribuan Warganet Doakan Beliau ).

"Saya menyebut rumah sakit kita kolaps. Jabodetabek, terutama Depok, UGD sudah hampir tidak bisa menampung pasien. (Terjadi juga) di Tangerang Selatan dan Bekasi. Jangan sampai penularan varian baru ini menaikkan (kasus). Artinya, kenaikan penularan itu sangat-sangat berbahaya. Kita harus mengantisipasi betul penularan di komunitas," tutur Dosen Universitas Indonesia (UI) itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sikapi Penyakit Super...
Sikapi Penyakit Super Flu di Indonesia, Menkes: Tak Mematikan seperti Covid-19
Tantangan Penyakit Menular...
Tantangan Penyakit Menular Kita
Eks Mensos Juliari Batubara...
Eks Mensos Juliari Batubara Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bansos Presiden 2020
Kasus APD Covid-19,...
Kasus APD Covid-19, KPK Ajukan Banding atas Vonis 3 Tahun Eks Pejabat Kemenkes
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Kasus Korupsi APD Covid-19,...
Kasus Korupsi APD Covid-19, Mantan Pejabat Kemenkes Divonis 3 Tahun Penjara
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
Harley-Davidson Berusia...
Harley-Davidson Berusia Hampir 100 Tahun Dimodifikasi Jadi Motor Hybrid
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
Pemerintah Baru Suriah...
Pemerintah Baru Suriah Bakal Tuntut Iran Rp4.870 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved