JI Rekrut Teroris Muda dari Pesantren, Pengamat: Ada Masalah Ketidakadilan

Selasa, 29 Desember 2020 - 08:16 WIB
loading...
JI Rekrut Teroris Muda...
Jamaah Islamiyah (JI) merekrut teroris muda melalui pondok pesantren. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Publik Tanah Air dikejutkan dengan video pelatihan dan pola perekrutan terduga teroris muda Jamaah Islamiyah (JI) melalui pondok pesantren. Video yang diungkap Kadiv Humas Mabes Polri itu menyebutkan puluhan teroris muda telah dilatih sejak 9 tahun dan sebagian dari mereka sudah dikirim ke Suriah.

"Bagi saya informasi ini tidak mengejutkan sama sekali. Dalam banyak kesempatan saya sering menegaskan bahwa kita memang masih hidup berdampingan dengan ancaman teror dan aktivitas jaringan teror," kata pengamat terorisme Institute for Scurity and Strategis Studies (ISESS), Khairul Fahmi saat dihubungi SINDOnews, Selasa (29/12/2020). (Baca juga: Densus 88 Temukan 12 Lokasi Pelatihan Jamaah Islamiyah di Jateng)

Fahmi mengakui upaya-upaya penindakan terhadap terorisme terus dilakukan. Hasilnya dapat disaksikan dalam deretan angka-angka jumlah pelaku dan anggota jaringan teror yang tertangkap dan bertambah dari waktu ke waktu. Tapi bagaimanapun, sel-sel mikro yang jumlahnya banyak dan identifikasinya tak mudah itu belum hilang sama sekali. (Baca juga: Terkuak! Kelompok Jamaah Islamiyah Sudah 9 Tahun Rekrut Teroris Muda Melalui Pesantren)

"Mengapa? Teror dan kekerasan ekstrem tidak datang tanpa alasan. Naif sekali kalau kita bilang bahwa terorisme semata-mata soal pemahaman keagamaan yang keliru dan cukup diselesaikan dengan upaya penindakan, penegakan hukum dan pendekatan keras (hard approach) lainnya. Itu bukan akar persoalannya," tutur dia. (Baca juga: Terungkap! Teroris JI Habiskan Rp300 Juta untuk Berangkatkan Anggotanya ke Suriah)

Menurutnya, ada persoalan ketidakadilan, diskriminasi dan alienasi terutama dalam bidang ekonomi, hukum, pendidikan hingga politik yang berkelindan dan berkelanjutan yang dirasakan. Sederhananya, ini adalah soal terlalu lebarnya kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Menurut dia, kondisi ini memang tampaknya sangat subjektif. Tapi faktanya, selalu ada saja orang yang terpapar dan bisa direkrut dari waktu ke waktu. ”Kita bisa menuding bahwa mereka tersesat atau terbuai harapan palsu. Tapi bagaimana mungkin orang tertarik jika propagandanya tak menarik? Palsu atau tidak, yang jelas jaringan-jaringan teror ini selama bertahun-tahun selalu mampu menarik minat orang untuk datang dan bergabung," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Dikuntit OTK, Islah...
Dikuntit OTK, Islah Bahrawi Sebut Polanya Mirip Kasus Andrie Yunus
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
2 Brigjen Pol dan 1...
2 Brigjen Pol dan 1 Kombes Pol Dapat Penugasan di Densus 88 Antiteror dalam Mutasi Polri Terbaru
Densus Ungkap 247 Anak...
Densus Ungkap 247 Anak Terpapar Radikalisme dan Kekerasan Sepanjang 2026
Densus Tangkap 8 Terduga...
Densus Tangkap 8 Terduga Teroris JAD Afiliasi ISIS di Sulteng
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Dosen UIN Sunan Ampel:...
Dosen UIN Sunan Ampel: Dana Asing Tak Dilarang tapi Negara Wajib Mengawasi
Polda Riau Perkuat Kolaborasi...
Polda Riau Perkuat Kolaborasi Strategis dengan Polis Malaysia Tangani Narkoba hingga Terorisme
Rekomendasi
Sudah Pulang dari Rumah...
Sudah Pulang dari Rumah Sakit, Begini Kondisi Haji Bolot usai Kena Serangan Jantung
AllianzGI Sebut Pasar...
AllianzGI Sebut Pasar Global Masih Resilien, Seleksi Aset Jadi Kunci di Tengah Ketidakpastian
Muncul Siklon Tropis...
Muncul Siklon Tropis Maysak, BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan
Berita Terkini
Gus Ipul Dukung Usulan...
Gus Ipul Dukung Usulan Sutan Takdir Alisjahbana Jadi Pahlawan: Pejuang Bahasa Indonesia
KPK terkait OTT Bupati...
KPK terkait OTT Bupati Langkat: Suap Proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Perkim
3 Pejabat Bea Cukai...
3 Pejabat Bea Cukai Didakwa Terima Suap Rp63,5 Miliar Terkait Kasus Impor Barang
Petisi Ahli Tampung...
Petisi Ahli Tampung Seluruh Masukan Organisasi Hukum Terkait RUU Advokat
PAN Tak Beri Bantuan...
PAN Tak Beri Bantuan Hukum ke Bupati Langkat yang Kena OTT KPK, Viva Yoga: Tanggung Jawab Pribadi
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved