Sandiaga Uno Jadi Menteri, Politikus Demokrat Singgung Kompensasi Politik
Selasa, 22 Desember 2020 - 16:38 WIB
loading...
Mantan calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno. Foto/Instagram
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya mengumumkan susunan kabinet teranyarnya yang diumumkan di Istana Kepresidenan Jakarta pada sore hari tadi.
Sebagian besar nama-nama yang diprediksi dan masuk pemberitaan media selama ini pun diamini Jokowi lewat pengumuman enam menteri barunya.
Menanggapi hal ini, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Irwan mengucapkan selamat bertugas kepada para menteri baru. Dia pun berpesan agar mereka dapat belajar dari kesalahan menteri sebelumnya.
"Selamat bertugas pada ke enam menteri yang ditunjuk oleh Jokowi, agar menteri yang dipilih oleh Jokowi belajar dari kesalahan-kesalahan sebelumnya dan memberi semangat baru dalam Kabinet Indonesia Maju," kata Irwan kepada SINDOnews, Selasa (22/12/2020).(Baca juga: Bertarung di Pilpres, Sandiaga Uno Kini Jadi Anak Buah Jokowi )
Politikus Senayan ini berharap, enam menteri baru Jokowi ini bisa bekerja secara renponsif dan sensitif terhadap kondisi masyarakat dan bangsa Indonesia di tengah pandemi Covid-19.
Sebagian besar nama-nama yang diprediksi dan masuk pemberitaan media selama ini pun diamini Jokowi lewat pengumuman enam menteri barunya.
Menanggapi hal ini, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Irwan mengucapkan selamat bertugas kepada para menteri baru. Dia pun berpesan agar mereka dapat belajar dari kesalahan menteri sebelumnya.
"Selamat bertugas pada ke enam menteri yang ditunjuk oleh Jokowi, agar menteri yang dipilih oleh Jokowi belajar dari kesalahan-kesalahan sebelumnya dan memberi semangat baru dalam Kabinet Indonesia Maju," kata Irwan kepada SINDOnews, Selasa (22/12/2020).(Baca juga: Bertarung di Pilpres, Sandiaga Uno Kini Jadi Anak Buah Jokowi )
Politikus Senayan ini berharap, enam menteri baru Jokowi ini bisa bekerja secara renponsif dan sensitif terhadap kondisi masyarakat dan bangsa Indonesia di tengah pandemi Covid-19.