Keluarga Titik Awal Penentu Kualitas Bangsa
Selasa, 22 Desember 2020 - 06:50 WIB
loading...
A
A
A
Intervensi terhadap keluarga penting mengingat Indonesia tengah memasuki jendela peluang bonus demografi. "Stunting, putus sekolah, angka kematian ibu dan bayi yang tinggi, kawin muda, ciri-ciri ini tidak bisa petik bonus demografi yang akan menghasilkan bonus kesejahteraan," ujar guru iBangga, julukan untuk Kepala BKKBN ini.
Pada bagian lain penjelasannya, Hasto mengatakan bahwa tantangan terbesar bangsa Indonesia saat ini berbeda dengan sebelumnya. Hal ini karena BKKBN berada pada era di mana generasi muda saat ini berbeda ekosistem dengan para orang tuanya. Padahal, generasi ini cukup berpengaruh pada keberlangsungan pembangunan Indonesia di masa depan karena jumlahnya cukup banyak, mencapai 64 juta. Mereka ini generasi yang akan membentuk keluarga.
"Kita (para orang tua) agak tergagap dalam mentransformasikan nilai-nilai luhur keluarga. Untuk itu, pola pewarisan perlu dicari bentuk yang tepat. Karena saat ini belum ada bentuk yang formulasinya tepat," terang Hasto.
Tugas itu memang menjadi tanggung jawab BKKBN. "BKKBN punya pekerjaan rumah karena menjalankan 8 fungsi keluarga. Untuk itu, kami membangun kerja sama dengan perguruan tinggi dan pakar untuk mencari pola itu," sambung Hasto Wardoyo.
Selain itu, BKKBN juga telah membangun dan mengembangkan program agar lebih terhubung dengan remaja. "Strateginya kita bikin teman sebaya. Contoh dengan meluncurkan tagline 'Hidup Berencana Itu Keren'. Biar BKKBN terhubung dengan milenial," kata Hasto.
(abd)
Lihat Juga :