Soal Relaksasi Rumah Ibadah, DPR Sebut Agar Masyarakat Tidak Stres

Rabu, 13 Mei 2020 - 18:51 WIB
loading...
Soal Relaksasi Rumah...
Komisi VIII DPR menyebut rencana relaksasi rumah ibadah oleh Kemenag merupakan gagasan berdasarkan suara dari masyarakat. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Komisi VIII DPR menyebut rencana relaksasi rumah ibadah oleh Kementerian Agama (Kemenag) merupakan gagasan berdasarkan suara dari masyarakat. Relaksasi rumah ibadah diperlukan asalkan ada pengaturan yang ketat di dalamnya sehingga tidak menjadi klaster penyebaran baru dan ini penting bagi masyarakat agar tidak stress atau jenuh di rumah.

“Jadi begini, itu kan tuntutan-tuntutan dan kondisi di beberapa daerah sudah minta supaya tempat ibadah khususnya masjid itu ada semacam kelonggaran-kelonggaran karena hari ini kan pemerintah yang memberikan contoh kelonggaran itu misalkan moda transportasi, yang usianya di bawah 45 boleh bekerja,” kata Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto saat dihubungi, Rabu (13/5/2020). (Baca juga: Menteri Agama: Mudik Saat Pandemi Lebih Banyak Mudaratnya)

Yandri melihat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sudah tidak lagi sesuai protapnya dan banyak kelonggaran-kelonggaran. Sehingga, pemerintah juga diusulkan untuk melakukan relaksasi rumah ibadah agar tidak ada kekakuan kebijakan di rumah ibadah sebagaimana kebijakan relaksasi lainnya. Khususnya di daerah yang tidak memberlakukan PSBB dan tidak termasuk zona merah. (Baca juga: Menag Akui Rencanakan Relaksasi di Rumah Ibadah)

“Pertimbangannya tadi, karena banyak tuntutan dan mungkin juga mereka sudah suntuk, sudah lama enggak ke masjid, sudah lama enggak silaturahmi mungkin menurut mereka di lingkungan mereka yang sama sekali enggak ada terpapar COVID-19. Menurut mereka, kenapa enggak direlaksaksasi walaupun mereka di daerah PSBB ya kan? di daerah PSBB enggak semuanya terpapar masing-masing RT/RW enggak semuanya kan,” kata Yandri.

Wakil Ketua Umum PAN ini mengaku tidak ingin kebijakan ibadah dari rumah itu diterapkan secara berlebihan. Seperti, ada camat yang membubarkan ibadah salat Jumat dan ibadah lainnya di masjid. Pihaknya tidak ingin hal itu terjadi, tinggal bagaimana nanti diterapkan protocol Corona di tempat umum sehingga, antar jamah tetap berjarak, tetap menggunakan masker, ada penyemprotan disinfektan secara berkala dan kebijakan lainnya.

“Pertama, kita kembalikan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap Corona. Misalkan tidak boleh ada jamaah di luar lingkungan sekitar ngga boleh ada tamu gitu loh. Nggak boleh mobil parkir di sekitar masjid. Mereka datang ke masjid khusus untuk lingkungan itu,” usulnya.

Menurut Yandri, dengan kebijakan relaksasi rumah ibadah ini bisa mengembalikan keceriaan masyarakat agar tidak jenuh apalagi stress di rumah seharian setiap harinya. Dan kondisi itu justru bisa membuat daya tahan tubuh masyarakat menjadi turun dan mudah sakit. “Itu dia, tapi bisa jadi orang sakit bukan karena Corona. Tapi karena stres . Karena sudah lelah di rumah, salah satunya itu,” katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Nasaruddin Umar Ingin...
Nasaruddin Umar Ingin Indonesia Jadi Epicentrum Peradaban Dunia Islam Modern
Menag: Tahun Baru Islam...
Menag: Tahun Baru Islam 1 Muharram Momentum Transformasi Diri dan Sosial
Dukung Rumah Pastori...
Dukung Rumah Pastori GPdI Eklesia Amban, Kemenag Komitmen Pembangunan Sarana Keagamaan
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bergerak dari Tugu 12 Mei Reformasi Menuju Gedung DPR
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bakal Geruduk DPR, Bawa Tiga Tuntutan Rakyat
Rekomendasi
Dari Sopir Bus Mendadak...
Dari Sopir Bus Mendadak Jadi Pemimpin Negara? Ini Serunya Microdrama Love In A Fallen Nation di V+Short
Timnas Amerika Serikat...
Timnas Amerika Serikat Dapat Jalur Relatif Mudah ke Semifinal Piala Dunia 2026
Gunakan MT Gamkonora,...
Gunakan MT Gamkonora, Pertamina Patra Niaga Tambah 450 Ribu Barel Minyak
Berita Terkini
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Infografis
Tanda Terjadinya Malam...
Tanda Terjadinya Malam Lailatul Qadar, Penting Diketahui agar Memaksimalkan Ibadah!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved