30% Masyarakat Belum Mau Divaksin, Perlu Pendekatan Persuasif
Kamis, 17 Desember 2020 - 16:26 WIB
loading...
A
A
A
"Temuan kami di lapangan, masih ada sekitar 30 persen masyarakat yang belum bersedia untuk divaksinasi. Diperlukan pendekatan secara persuasif kepada mereka," ujar legislator dari Dapil VIII Jawa Timur tersebut.
Kedua lanjut Yahya, menyiapkan SDM atau nakes yang akan bertugas sebagai vaksinator, alat kesehatan, infrastrukur rumah sakit dan puskesmas serta logistik untuk mendistribusikan serta tempat penyimpanan vaksin sesuai dengan suhu yang diperlukan untuk vaksin yang akan digunakan.
"Saya berharap dengan adanya vaksinasi tersebut dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 sehingga ekonomi bisa segera pulih dan rakyat hidup kembali dalam keadaan normal. Sementara menunggu, kita semua harus tetap menjalankan dan patuhi prokes secara ketat," katanya.
Ketika ditanya berapa anggaran yang diperlukan Yahya menjelaskan kurang lebih sekitar Rp60 Triliun untuk membeli vaksin dan biaya yang diperlukan untuk vaksinasi sebanyak 107 juta orang dengan dua kali vaksinasi.
"Soal anggaran, saya yakin pemerintah sudah menyiapkan anggaran yang dibutuhkan untuk itu," pungkasnya.
Kedua lanjut Yahya, menyiapkan SDM atau nakes yang akan bertugas sebagai vaksinator, alat kesehatan, infrastrukur rumah sakit dan puskesmas serta logistik untuk mendistribusikan serta tempat penyimpanan vaksin sesuai dengan suhu yang diperlukan untuk vaksin yang akan digunakan.
"Saya berharap dengan adanya vaksinasi tersebut dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 sehingga ekonomi bisa segera pulih dan rakyat hidup kembali dalam keadaan normal. Sementara menunggu, kita semua harus tetap menjalankan dan patuhi prokes secara ketat," katanya.
Ketika ditanya berapa anggaran yang diperlukan Yahya menjelaskan kurang lebih sekitar Rp60 Triliun untuk membeli vaksin dan biaya yang diperlukan untuk vaksinasi sebanyak 107 juta orang dengan dua kali vaksinasi.
"Soal anggaran, saya yakin pemerintah sudah menyiapkan anggaran yang dibutuhkan untuk itu," pungkasnya.
(maf)
Lihat Juga :