Survei Komnas HAM Ungkap Masyarakat Merasa Tak Bebas Kritik Pemerintah

Rabu, 16 Desember 2020 - 11:07 WIB
loading...
A A A
Mimin mengungkapkan masyarakat saat ini merasa tidak bebas dalam mengeluarkan pendapat untuk mengritik pemerintah. Responden yang menyatakan itu sebanyak 29,4%. Kemudian, masyarakat tidak bebas dalam membawa atau memakai atribut yang menunjukkan kelompok tertentu 26%, menyatakan pilihan politik 22,5%, dan mengenakan simbol-simbol-simbol agama atau keyakinan sebanyak 21,8%. Masyarakat merasa paling bebas menyatakan pendapat di lingkungan keluarga dan lingkungan sekitar. Mereka justru takut menyatakan pendapat di media sosial. Ada sebanyak 36,2% yang menyatakan itu.

Generasi Z merupakan kelompok masyarakat yang merasa kebebasan paling banyak dilanggar dengan jumlah 31,4%. Komnas HAM mengungkapkan masyarakat menilai Polri menjadi pihak yang berpotensi melanggar kebebasan berpendapat dengan persentase 34,9%.

Pihak lain yang berpotensi melanggar, yakni pemerintah pusat 31%, organisasi masyarakat (Ormas) 30,2%, pemerintah daerah 19,6%, teror di dunia maya 17,3%, dan TNI 17,1%. Mimin mengatakan wilayah Indonesia Timur paling besar kekhawatiran terhadap pembatasan berpendapat dengan jumlah 93,8%. Wilayah Tengah 92,9% dan Barat 85,3%.

Beberapa kesimpulan dari survei itu, antara lain, hak atas informasi belum terpenuhi secara optimal. Sebab, ada 21,8 responden belum mengetahui hak menyatakan berpendapat dan berekspresi dilindungi konstitusi. “Minimnya, pemenuhan hak atas informasi dari pihak otoritatif berpotensi untuk memicu disinformasi, misinformasi, dan hoaks,” pungkasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Jetour T1 Hadir Dua...
Jetour T1 Hadir Dua Rasa, Mana yang Lebih Layak Dibeli: ICE Rp388 Juta atau PHEV Rp538 Juta?
Gulkarmat Jakarta Evakuasi...
Gulkarmat Jakarta Evakuasi 26 Penumpang Kapal di Perairan Kepulauan Seribu
Berita Terkini
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi...
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi Kesehatan Tak Boleh Hanya Terjadi di Atas Kertas
Wajah Baru Lapas Indonesia,...
Wajah Baru Lapas Indonesia, Dirjen Pemasyarakatan: Tak Lagi Sekadar Penjara
KPK Telusuri Aliran...
KPK Telusuri Aliran Dana terkait Kasus Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan
KPK Sita Dokumen Pengadaan...
KPK Sita Dokumen Pengadaan saat Geledah Kantor dan Rumah Dinas Bupati Muara Enim
Pengamat: Kenaikan Harga...
Pengamat: Kenaikan Harga Pertamax Minim Timbulkan Risiko Gejolak Sosial
Infografis
Morgan Stanley Ungkap...
Morgan Stanley Ungkap 3 Alasan Dominasi Dolar AS Tak Akan Pudar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved