Siaga Bencana, Tetap Waspada Pandemi Covid-19
Rabu, 16 Desember 2020 - 07:35 WIB
loading...
A
A
A
Lebih jauh Doni mengingatkan bahwa kerugian akibat bencana yang terjadi pada lima tahun terakhir begitu besar baik jiwa, materi, maupun infrastruktur (lihat grafis). “Indonesia berada pada peringkat pertama korban jiwa terbanyak di dunia. Lebih dari 6.000 warga meninggal karena bencana yang terjadi di beberapa daerah NTB, Sulteng, Selat Sunda, yaitu Banten dan Lampung. Dan pada akhir tahun itu terjadi juga tanah longsor di wilayah Sukabumi yang merenggut satu desa sebanyak 10 orang lebih tertimbun oleh longsoran,” ungkap Doni.
Doni menambahkan, apa yang disampaikan Presiden Jokowi bahwa Salus populi suprema lex, bahwa keselamatan rakyat adalah hukum yang tertinggi. “Nah di sinilah, kita tidak cukup hanya berpikir pada konstruksi. Namun, harus mengetahui bagaimana cara melakukan pencegahan dan mitigasinya. Kenali ancamannya, siapkan strateginya, ketahui masalahnya, carikan solusinya,” ungkap Doni. (Baca juga: 2 Olahraga Mudah untuk Turunkan Berat Badan dengan Cepat)
Pada 11 Desember 2020, Doni mengunjungi daerah yang terdampak banjir di Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara. Peninjauan ini untuk mengetahui kondisi terkini, memetakan permasalahan, dan menentukan langkah-langkah penanganan.
Banjir sudah berlangsung selama lima hari. Doni mengatakan, langkah pertama yang diambil adalah memberikan perlindungan kepada para pengungsi. “Memisahkan antara kelompok rentan dengan masyarakat yang secara fisik sehat,” ujarnya. Hal itu dilakukan untuk menghindari penularan virus Sars Cov-II alias Covid-19. Kelompok rentan, antara lain, lansia, mereka yang memiliki penyakit penyerta, ibu hamil dan menyusui, serta balita.
BNPB pun berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mempercepat proses pengerukan sumbatan dan sedimentasi di bagian hilir aliran sungai. Tujuannya, agar banjir segera surut.
Doni sempat meninjau kondisi aliran sungai dari udara. “Saya melihat adanya pendangkalan muara sungai dan penyempitan. Kami akan segera menyiapkan beko dan kendaraan amfibi,” tuturnya. (Baca juga: Masker Wajah Mirip Power Ranger Cegah Infeksi Covid-19)
Doni menambahkan, apa yang disampaikan Presiden Jokowi bahwa Salus populi suprema lex, bahwa keselamatan rakyat adalah hukum yang tertinggi. “Nah di sinilah, kita tidak cukup hanya berpikir pada konstruksi. Namun, harus mengetahui bagaimana cara melakukan pencegahan dan mitigasinya. Kenali ancamannya, siapkan strateginya, ketahui masalahnya, carikan solusinya,” ungkap Doni. (Baca juga: 2 Olahraga Mudah untuk Turunkan Berat Badan dengan Cepat)
Pada 11 Desember 2020, Doni mengunjungi daerah yang terdampak banjir di Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara. Peninjauan ini untuk mengetahui kondisi terkini, memetakan permasalahan, dan menentukan langkah-langkah penanganan.
Banjir sudah berlangsung selama lima hari. Doni mengatakan, langkah pertama yang diambil adalah memberikan perlindungan kepada para pengungsi. “Memisahkan antara kelompok rentan dengan masyarakat yang secara fisik sehat,” ujarnya. Hal itu dilakukan untuk menghindari penularan virus Sars Cov-II alias Covid-19. Kelompok rentan, antara lain, lansia, mereka yang memiliki penyakit penyerta, ibu hamil dan menyusui, serta balita.
BNPB pun berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mempercepat proses pengerukan sumbatan dan sedimentasi di bagian hilir aliran sungai. Tujuannya, agar banjir segera surut.
Doni sempat meninjau kondisi aliran sungai dari udara. “Saya melihat adanya pendangkalan muara sungai dan penyempitan. Kami akan segera menyiapkan beko dan kendaraan amfibi,” tuturnya. (Baca juga: Masker Wajah Mirip Power Ranger Cegah Infeksi Covid-19)
Lihat Juga :