Ujung Akhir Pandemi dan Harapan pada 2021
Rabu, 16 Desember 2020 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
Tentu saja, kita bisa membayangkan, penerbangan dari dan ke Singapura akan hidup kembali setelah lumpuh nyaris sepanjang tahun. Industri penerbangan di negeri itu, selama pandemi, memang mengalami penderitaan luar biasa. Mengapa? Karena negeri itu hanya punya penerbangan yang menghubungkannya dengan kota-kota di luar Singapura. Tidak ada penerbangan domestik di Singapura, sebagaimana yang ada di Indonesia atau negara-negara lainnya di kawasan Asia Tenggara. Dari sisi infrastruktur dan sistem sosial politik, Singapura sepertinya dengan mudah akan mengelola peluang vaksinasi massal ini menjadi vaksinasi yang tidak hanya diperuntukkan bagi warganya sendiri, juga menjadi pusat vaksinasi manusia antarbangsa. Paling tidak di kawasan.
Dari sudut pandang bisnis dan ekonomi, setelah pada semester kedua hampir semua negara mengalami pertumbuhan negatif bahkan jatuh ke jurang resesi, pemulihan akan menjadi kelihatan menjanjikan. Denyut nadi ekonomi akan mulai berdetak makin terasa, sehingga kekhawatiran para pelaku usaha mengenai ketidakpastian bisa dieliminasi pada tingkat yang paling rendah. Bagi dunia bisnis, ketidakpastian adalah masalah terbesar. Itu karena ekonomi dapat dipahami sebagai aktivitas manusia berdasarkan skalabilitas. Semakin besar skalanya, semakin besarlah efisiensi yang dihasilkan, dan semakin besar efisiensi yang didapat, semakin besarlah keuntungan yang diperoleh.
Korporasi-korporasi tentu akan mulai menyalakan mesin produksi barang dan jasa. Karena limitasi pergerakannya sudah kembali normal seperti sebelum pandemi, kita tentu memiliki harapan yang sangat besar terhadap kondisi ekonomi pada 2021. Terutama apabila dibandingkan dengan 2020. Tentu saja, mengembalikannya seperti parameter-parameter ekonomi pada 2019 memerlukan proses dan waktu. Namun saya yakin, pandemi sepanjang 2020 telah mendidik dan mengajari kita untuk menyiasati bertahan hidup pada tingkat yang paling ekstrem. Apabila korporasi sudah ancang-ancang untuk memutar kembali roda bisnis mereka pada kecepatan normal, tentu efeknya juga akan bergerak pada level usaha di bawahnya, sampai dengan usaha yang paling kecil sekalipun, atau kita kenal sebagai usaha ultramikro.
Ujung akhir pandemi, sepertinya memang membawa harapan yang sangat baik menghadapi tahun yang akan datang.
Dari sudut pandang bisnis dan ekonomi, setelah pada semester kedua hampir semua negara mengalami pertumbuhan negatif bahkan jatuh ke jurang resesi, pemulihan akan menjadi kelihatan menjanjikan. Denyut nadi ekonomi akan mulai berdetak makin terasa, sehingga kekhawatiran para pelaku usaha mengenai ketidakpastian bisa dieliminasi pada tingkat yang paling rendah. Bagi dunia bisnis, ketidakpastian adalah masalah terbesar. Itu karena ekonomi dapat dipahami sebagai aktivitas manusia berdasarkan skalabilitas. Semakin besar skalanya, semakin besarlah efisiensi yang dihasilkan, dan semakin besar efisiensi yang didapat, semakin besarlah keuntungan yang diperoleh.
Korporasi-korporasi tentu akan mulai menyalakan mesin produksi barang dan jasa. Karena limitasi pergerakannya sudah kembali normal seperti sebelum pandemi, kita tentu memiliki harapan yang sangat besar terhadap kondisi ekonomi pada 2021. Terutama apabila dibandingkan dengan 2020. Tentu saja, mengembalikannya seperti parameter-parameter ekonomi pada 2019 memerlukan proses dan waktu. Namun saya yakin, pandemi sepanjang 2020 telah mendidik dan mengajari kita untuk menyiasati bertahan hidup pada tingkat yang paling ekstrem. Apabila korporasi sudah ancang-ancang untuk memutar kembali roda bisnis mereka pada kecepatan normal, tentu efeknya juga akan bergerak pada level usaha di bawahnya, sampai dengan usaha yang paling kecil sekalipun, atau kita kenal sebagai usaha ultramikro.
Ujung akhir pandemi, sepertinya memang membawa harapan yang sangat baik menghadapi tahun yang akan datang.
(bmm)
Lihat Juga :