Indonesia Masuk Negara dengan Risiko Bencana Alam Tertinggi di Dunia
Selasa, 15 Desember 2020 - 10:28 WIB
loading...
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo mengungkapkan, Indonesia satu dari 35 negara dengan risiko bencana alam tertinggi di dunia. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo mengungkapkan kejadian bencana pada 2018 hingga 2020 menjadikan Indonesia sebagai salah satu dari 35 negara di dunia dengan tingkat ancaman risiko bencana alam tertinggi di dunia.
“Bahwa Indonesia sudah dideklarasikan oleh World Bank sebagai salah satu dari 35 negara di dunia dengan tingkat ancaman bencana tertinggi. Jadi dari 35 negara dengan risiko bencana alam tertinggi, Indonesia menjadi salah satunya,” kata Doni dalam Seminar Nasional Sosialisasi dan Pembelajaran Pemulihan Pasca Bencana Alam: Sosial, Ekonomi dan SDA, secara virtual, Selasa (15/12/2020). (Baca juga: Jelang Puncak Musim Hujan, Masyarakat Diimbau Waspadai Bencana Hidrometeorologi)
Doni juga mengingatkan kerugian akibat bencana yang terjadi pada lima tahun terakhir juga begitu besar. “Kemudian kita juga harus memahami dalam 5 tahun terakhir, kerugian personel, kerugian material dan juga infrastruktur yang begitu besar selama 5 tahun terakhir,” ungkapnya. (Baca juga: Kunjungi Nusakambangan, Doni Monardo Minta Tanaman Pelindung Tsunami Dijaga)
Mantan Danjen Kopassus itu menyebut, mulai 2015 terjadi 1.694 bencana. Kemudian 2016 mengalami peningkatan menjadi 2.384 kejadian bencana, termasuk korban jiwanya. Pada 2017, mengalami penurunan sebanyak 2.372 kejadian bencana, meskipun berkurang. Kemudian, pada 2018, mengalami peningkatan 3.397 kejadian bencana. Sedangkan, pada 2019 sebanyak 3.814 kejadian bencana. Sementara pada tahun ini hingga 14 Desember 2020 tercatat 2.823 kejadian bencana,” papar Doni.
“Bahwa Indonesia sudah dideklarasikan oleh World Bank sebagai salah satu dari 35 negara di dunia dengan tingkat ancaman bencana tertinggi. Jadi dari 35 negara dengan risiko bencana alam tertinggi, Indonesia menjadi salah satunya,” kata Doni dalam Seminar Nasional Sosialisasi dan Pembelajaran Pemulihan Pasca Bencana Alam: Sosial, Ekonomi dan SDA, secara virtual, Selasa (15/12/2020). (Baca juga: Jelang Puncak Musim Hujan, Masyarakat Diimbau Waspadai Bencana Hidrometeorologi)
Doni juga mengingatkan kerugian akibat bencana yang terjadi pada lima tahun terakhir juga begitu besar. “Kemudian kita juga harus memahami dalam 5 tahun terakhir, kerugian personel, kerugian material dan juga infrastruktur yang begitu besar selama 5 tahun terakhir,” ungkapnya. (Baca juga: Kunjungi Nusakambangan, Doni Monardo Minta Tanaman Pelindung Tsunami Dijaga)
Mantan Danjen Kopassus itu menyebut, mulai 2015 terjadi 1.694 bencana. Kemudian 2016 mengalami peningkatan menjadi 2.384 kejadian bencana, termasuk korban jiwanya. Pada 2017, mengalami penurunan sebanyak 2.372 kejadian bencana, meskipun berkurang. Kemudian, pada 2018, mengalami peningkatan 3.397 kejadian bencana. Sedangkan, pada 2019 sebanyak 3.814 kejadian bencana. Sementara pada tahun ini hingga 14 Desember 2020 tercatat 2.823 kejadian bencana,” papar Doni.
Lihat Juga :