Jangan Ludahi Wajah Manusia, Cak Nun Sindir Siapa?
Minggu, 13 Desember 2020 - 16:12 WIB
loading...
Budayawan Emha Ainun Nadjib atau biasa disapa Cak Nun. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Di tengah keadaan bangsa yang tengah dilanda pandemi virus Corona (Covid-19) serta munculnya sejumlah masalah mulai dari sosial, penegakan hukum serta ekonomi, membuat Budayawan Emha Ainun Nadjib atau yang akrab disapa Cak Nun , turut memberikan responsnya.
Cak Nun mengungkapkan, dirinya sempat mengirimkan pesan WhatsApp (WA) kepada seseorang yang berkuasa di Jakarta. (Baca juga: Penembakan Anggota FPI, Cak Nun Sarankan Jokowi-Habib Rizieq Bicara 4 Mata)
Berikut penuturan Cak Nun yang dikutip SINDOnews dari www.caknun.com, Minggu (13/12/2020).
Pagi tadi saya kirim teks WA kepada yang sedang berkuasa di Jakarta: "Njaluk tulung kondho arek2 ojo nemen2 lho. Yokyokopo wong iku yo syahadat yo salat yo niate apik masio carane gak bijaksana. Umpomo wong sing kok tahan iku Setan, elingo nek Polisi dudu Malaikat lho," kata Cak Nun.
(Baca juga: Kenapa Hanya Habib Rizieq, MUI Pertanyakan Polri Tak Proses Kerumunan Lain)
"Pemerintah berkuasa atas Indonesia, tapi tidak berkuasa atas kehidupan, nasib, min haistu la yahtasib keluarga kita, anak istri kita. Innallaha ‘ala kulli syai`in Qadir. Masio iso nangkep maling ndik kampung, diukum ae, ojo sampak diidoni. Di atas kebenaran ada kebaikan. Puncak pencapaian kebenaran dan kebaikan adalah martabat. Puncak martabat adalah kemuliaan. Wong iso salah, tapi menungsone tetep duweke Allah," tambahnya.
Alhamdulillah dijawab: “Leres Cak. Saya forward nang arek-arek”.
Cak Nun mengungkapkan, dirinya sempat mengirimkan pesan WhatsApp (WA) kepada seseorang yang berkuasa di Jakarta. (Baca juga: Penembakan Anggota FPI, Cak Nun Sarankan Jokowi-Habib Rizieq Bicara 4 Mata)
Berikut penuturan Cak Nun yang dikutip SINDOnews dari www.caknun.com, Minggu (13/12/2020).
Pagi tadi saya kirim teks WA kepada yang sedang berkuasa di Jakarta: "Njaluk tulung kondho arek2 ojo nemen2 lho. Yokyokopo wong iku yo syahadat yo salat yo niate apik masio carane gak bijaksana. Umpomo wong sing kok tahan iku Setan, elingo nek Polisi dudu Malaikat lho," kata Cak Nun.
(Baca juga: Kenapa Hanya Habib Rizieq, MUI Pertanyakan Polri Tak Proses Kerumunan Lain)
"Pemerintah berkuasa atas Indonesia, tapi tidak berkuasa atas kehidupan, nasib, min haistu la yahtasib keluarga kita, anak istri kita. Innallaha ‘ala kulli syai`in Qadir. Masio iso nangkep maling ndik kampung, diukum ae, ojo sampak diidoni. Di atas kebenaran ada kebaikan. Puncak pencapaian kebenaran dan kebaikan adalah martabat. Puncak martabat adalah kemuliaan. Wong iso salah, tapi menungsone tetep duweke Allah," tambahnya.
Alhamdulillah dijawab: “Leres Cak. Saya forward nang arek-arek”.
Lihat Juga :