Selama Pandemi, TBC dan Covid-19 Memiliki Kesamaan, Ini Buktinya
Minggu, 13 Desember 2020 - 10:33 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau kerap disapa Jokowi memberikan arahan pelacakan secara agresif untuk menemukan penderita TBC sehingga dapat menumpang proses pencarian untuk Covid-19, dengan melakukan contact tracing, yakni dengan Investigasi kontak dan melacak kontak erat dan dilakukan skrining gejala”.
Jokowi menambahkan layanan diagnostik maupun pengobatan TBC di saat pandemi harus tetap berlangsung dan obati sampai sembuh, stok obat-obatan pun harus tetap tersedia.
Arahan lainnya dari Jokowi adalah upaya pencegahan, preventif, dan promotif untuk mengatasi TBC ini betul-betul harus lintas sektor, termasuk dari sisi infrastruktur yang harus memadai.
Sementara itu, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan RI menjelaskan TBC bisa menyerang siapa saja, tak mengenal status sosial dan usia, dan dapat menyebar dengan sangat mudah melalui droplet. Namun TBC bisa disembuhkan, asal dengan pengobatan yang tuntas.
“TBC pun dapat dicegah dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan selalu mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, memperhatikan ventilasi dan sirkulasi udara di rumah, olah raga teratur, pemberian vaksin BCG bagi anak dibawah 5 tahun, tidak merokok, menerapkan etika batuk-bersin yang tepat, dan mencuci tangan pakai sabun pada air yang mengalir serta memakai masker jika memang sedang batuk atau flu,” jelasnya.
“Segera periksakan gejala TBC sedini mungkin, obati sampai sembuh dan tuntas, jangan biarkan bakteri TBC berkembang semakin parah dalam diri. Pemerintah telah menyediakan obat gratis dan berkualitas kepada seluruh pasien TBC yang tersedia di seluruh Puskesmas di Indonesia” tambahnya
Temukan TBC, Obati Sampai Sembuh (TOSS TBC) dimulai dari diri sendiri. Kita ingin menciptakan Indonesia dan seluruh masyarakat dunia terbebas dari TBC dan “mulai dari diri sendiri” artinya setiap individu, kelompok, lintas sektor dapat berkontribusi secara aktif dalam pencegahan dan penanggulangan TBC, sehingga Pencanangan Gerakan Maju Bersama Menuju Eliminasi Tuberkulosis (TBC) 2030, tak hanya sekadar Jargon.
Jokowi menambahkan layanan diagnostik maupun pengobatan TBC di saat pandemi harus tetap berlangsung dan obati sampai sembuh, stok obat-obatan pun harus tetap tersedia.
Arahan lainnya dari Jokowi adalah upaya pencegahan, preventif, dan promotif untuk mengatasi TBC ini betul-betul harus lintas sektor, termasuk dari sisi infrastruktur yang harus memadai.
Sementara itu, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan RI menjelaskan TBC bisa menyerang siapa saja, tak mengenal status sosial dan usia, dan dapat menyebar dengan sangat mudah melalui droplet. Namun TBC bisa disembuhkan, asal dengan pengobatan yang tuntas.
“TBC pun dapat dicegah dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan selalu mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, memperhatikan ventilasi dan sirkulasi udara di rumah, olah raga teratur, pemberian vaksin BCG bagi anak dibawah 5 tahun, tidak merokok, menerapkan etika batuk-bersin yang tepat, dan mencuci tangan pakai sabun pada air yang mengalir serta memakai masker jika memang sedang batuk atau flu,” jelasnya.
“Segera periksakan gejala TBC sedini mungkin, obati sampai sembuh dan tuntas, jangan biarkan bakteri TBC berkembang semakin parah dalam diri. Pemerintah telah menyediakan obat gratis dan berkualitas kepada seluruh pasien TBC yang tersedia di seluruh Puskesmas di Indonesia” tambahnya
Temukan TBC, Obati Sampai Sembuh (TOSS TBC) dimulai dari diri sendiri. Kita ingin menciptakan Indonesia dan seluruh masyarakat dunia terbebas dari TBC dan “mulai dari diri sendiri” artinya setiap individu, kelompok, lintas sektor dapat berkontribusi secara aktif dalam pencegahan dan penanggulangan TBC, sehingga Pencanangan Gerakan Maju Bersama Menuju Eliminasi Tuberkulosis (TBC) 2030, tak hanya sekadar Jargon.
(alf)
Lihat Juga :