Vaksin Covid-19 Sudah Tiba, Dokter Reisa Imbau Masyarakat Tetap Patuhi Prokes

Jum'at, 11 Desember 2020 - 22:47 WIB
loading...
Vaksin Covid-19 Sudah...
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro mengimbau masyarakat tetap disiplin terhadap protokol kesehatan (prokes) kendati saat ini vaksin virus corona telah tiba di Indonesia.

Kedisiplinan terhadap prokes amat diperlukan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 . Sebab, meskipun vaksin sudah tiba, barang itu tidak bisa langsung dipakai.

Vaksin tersebut masih harus menunggu uji klinis fase 3 rampung dilaksanakan serta menanti terbitnya izin penggunaan darurat atau Emergency Use of Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

(Baca juga: Dampak Pandemi Covid-19, Indonesia Alami Stunting Pendidikan ).

"Kepala Badan POM dr Penny Lukito sudah menegaskan bahwa izin penggunaan darurat akan diberikan dengan tetap mengedepankan prinsip keamanan dan khasiat yang terbukti efektif mmebangun kekebalan tubuh terhadap virus Sars-Cov2 penyebab Covid-19 ," ucap Reisa melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (11/12/2020).

Reisa menuturkan, saat ini vaksin tersebut disimpan dengan aman dan dalam suhu yang terjaga. Hingga nanti distribusi vaksin ke seluruh Indonesia akan diawasi menggunakan teknologi tinggi agar tepat sasaran.

Bagi masyarakat yang sudah masuk daftar penerima, akan mulai divaksin. Tahap pertama akan diberikan kepada kelompok yang berisiko tinggi tertular Covid-19 . Yaitu para tenaga kesehatan dan aparat yang membantu proses penelusuran, pengujian dan perawatan pasien Covid-19 . "Sebagai lini pertahanan terakhir, tentunya mereka harus dilindungi segera," imbuh Reisa.

Sedangkan bagi masyarakat yang belum divaksin, Reisa mengajak masyarakat sama-sama mencegah penularan Covid-19 . Caranya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan. Karena vaksin bukan satu-satunya cara mencegah penularan.

Para ahli saat ini katanya mulai khawatir di dalam tubuh orang yang tertular. Fenomena ini dinamakan kondisi long Covid-19 , suatu gejala yang masih dialami seseorang, baik yang dialami penyintas, maupun pasien-pasien yang masih mengalami gejala-gejala seperti saat terinfeksi Covid-19 .

"Tentu saja kita semua berharap vaksin dapat menurunkan kesakitan, kematian dan efektif membangun kekebalan khusus terhadap virus ini. Namun, sekalipun vaksin ada, sekali lagi 3M lah yang utama. Lindungi diri, lindungi keluarga, lindungi sesama," saran Reisa.

Untuk itu, akan lebih baik masyarakat melakukan pencegahan dari tertular Covid-19. Masyarakat, kata Reisa adalah barisan terdepan pencegahan penularan Covid-19 adalah masyarakat itu sendiri.

(Baca juga: Jumlah Belum Mencukupi, Indonesia Masih Terus 'Berburu' Vaksin Covid-19 ).

"Ditambah upaya pendukung 3T yaitu testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan) dan treatment (perawatan), terbukti ampuh. Dengan demikian kita bisa menaklukkan virus penyebab Covid-19 dan menghentikan pandemi ini," lanjut Reisa.

Masyarakat juga diminta jangan lengah dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Pakailah masker dengan benar dan hindari berkerumun. Karena, dengan kendurnya penerapan protokol kesehatan , terbukti kasus positif Covid-19 meningkat pada November hingga pekan pertama Desember. Akibatnya fasilitas medis yang ada kewalahan menangani pasien.

( Baca juga: Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah Positif COVID-19, Umumkan Lewat Rekaman Video ).

"Pelaksanaan 3M masih menjadi tantangan selama pandemi hampir setahun ini. Apalagi akhir tahun sudah didepan mata, jangan sampai kita menambah kasus baru. Kita harus putus penularan Covid-19 sekarang juga," tutup Reisa.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Kepercayaan Vaksin...
Krisis Kepercayaan Vaksin Anak, DPR: Pemerintah Harus Bergerak Cepat
Covid-19 Meningkat di...
Covid-19 Meningkat di Singapura, Thailand, dan Hong Kong, Kemenkes: Indonesia Aman
Waspadai Lagi Covid-19,...
Waspadai Lagi Covid-19, Kemenkes Imbau Tetap Prokes dan Hidup Sehat
AstraZeneca Tuai Polemik...
AstraZeneca Tuai Polemik Usai Kasus Pembekuan Darah, BPOM: Sudah Tak Beredar di Indonesia
Cegah Pneumonia, Vaksin...
Cegah Pneumonia, Vaksin PCV 13 Siap Didistribusikan
Pentingnya Taiwan Menghadapi...
Pentingnya Taiwan Menghadapi Pandemi di Masa Depan
Izin Vaksin Campak untuk...
Izin Vaksin Campak untuk Dewasa Keluar, Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi Nakes
Bangun Indonesia Sehat,...
Bangun Indonesia Sehat, Kimia Farma Diagnostika dan Pfizer Perkuat Vaksinasi Nasional
Jakarta Masih Nihil...
Jakarta Masih Nihil Kasus Super Flu, Pramono Imbau Warga Vaksinasi demi Pencegahan
Rekomendasi
Harga Gas Industri Turun...
Harga Gas Industri Turun Jadi USD13 per MMBTU, Said Iqbal Ungkap Ancaman PHK Mereda
TMII: Temuan Benda di...
TMII: Temuan Benda di Anjungan Sumbar Bukan Bom Tapi Mortir Peninggalan Lama
PN Jaktim Tutup Area...
PN Jaktim Tutup Area Parkir Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa Besok
Berita Terkini
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas...
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan
Lelang Jabatan Sekda,...
Lelang Jabatan Sekda, Bupati Kuansing Minta Mobil Land Cruiser
Fuad Hasan Mangkir dari...
Fuad Hasan Mangkir dari Panggilan Penyidik, KPK: Sedang di Luar Negeri
Wali Kota Agustina Dorong...
Wali Kota Agustina Dorong Gerakan Nasional Penyelamatan Heritage Kota Maritim
HUT ke-118, Ikatan Notaris...
HUT ke-118, Ikatan Notaris Indonesia Dorong Penegakan Etik dan Adaptasi Digital
PN Jaktim Izinkan Siaran...
PN Jaktim Izinkan Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa kecuali Tahap Pembuktian
Infografis
Waspada, Kasus COVID-19...
Waspada, Kasus COVID-19 Meningkat 2 Kali Lipat di Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved