6 Laskar FPI Ditembak Mati dan Habib Rizieq Tersangka, Fadli Zon Sindir Kapolda Metro Jaya
Jum'at, 11 Desember 2020 - 11:01 WIB
loading...
Fadli Zon. Foto/Dok SINDO
A
A
A
JAKARTA - Anggota DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon menyindir Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran. Ia mempertanyakan penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat kepolisian.
Diketahui, enam orang laskar pengawal Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) ditembak mati polisi. Beberapa hari kemudian, HRS serta sejumlah elite lainnya ditetapkan menjadi tersangka oleh Polda Metro Jaya .
"Sudah enam anggota FPI ditembak mati dengan kejam, kini ditetapkan tersangka 'prokes', apa ini penegakan hukum di negara hukum? Kapolda ini luar biasa 'gagah'nya, kita lihat seperti apa ujungnya," ujarnya melalui akun Twitter @ fadlizon seperti dikutip Okezone, Jumat (11/12/2020).
Sebagaimana diketahui, enam orang laskar pengawal Habib Rizieq ditembak mati aparat di Tol Jakarta-Cikampek (Japek) saat sedang mengawal Imam Besar FPI itu.
(Baca juga: Fahri Hamzah: Pak Mahfud Ambil Inisiatif, Jangan Takut! ).
Aparat berdalih para laskar menyerang petugas lebih dulu sehingga terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur berupa penembakan. Polisi juga menyita sejumlah senjata api (senpi) dan senjata tajam (sajam) dari mereka.
Diketahui, enam orang laskar pengawal Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) ditembak mati polisi. Beberapa hari kemudian, HRS serta sejumlah elite lainnya ditetapkan menjadi tersangka oleh Polda Metro Jaya .
"Sudah enam anggota FPI ditembak mati dengan kejam, kini ditetapkan tersangka 'prokes', apa ini penegakan hukum di negara hukum? Kapolda ini luar biasa 'gagah'nya, kita lihat seperti apa ujungnya," ujarnya melalui akun Twitter @ fadlizon seperti dikutip Okezone, Jumat (11/12/2020).
Sebagaimana diketahui, enam orang laskar pengawal Habib Rizieq ditembak mati aparat di Tol Jakarta-Cikampek (Japek) saat sedang mengawal Imam Besar FPI itu.
(Baca juga: Fahri Hamzah: Pak Mahfud Ambil Inisiatif, Jangan Takut! ).
Aparat berdalih para laskar menyerang petugas lebih dulu sehingga terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur berupa penembakan. Polisi juga menyita sejumlah senjata api (senpi) dan senjata tajam (sajam) dari mereka.
Lihat Juga :