Mendagri Sebut Kepercayaan Publik terhadap Pelaksanaan Pilkada Meningkat
Selasa, 08 Desember 2020 - 22:02 WIB
loading...
Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan, berdasarkan hasil survei dari SMRC, menunjukkan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan Pilkada 2020 cukup positif. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M Tito Karnavian mengungkapkan, berdasarkan hasil survei dari lembaga yang kredibel, SMRC yang menunjukkan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan Pilkada 2020 cukup positif. Tito mengatakan, kepercayaan ini terbangun lantaran selama periode kampanye relatif bisa dikendalikan.
(Baca juga: Mendagri Ungkap Info dari Teman, Undangan Pilkada Sudah Ada Jam Pencoblosannya)
"Saya kira juga terbangun karena selama periode kampanye relatif dapat dikendalikan tidak terjadi kerumunan yang besar yang membuat klaster-klaster baru," kata Tito saat memberi sambutan dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Tahapan Pemungutan Suara Pilkada Serentak 9 Desember 2020 di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kemendagri, di Jakarta, Selasa (8/12/2020).
(Baca juga: DPR Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Kawal Pilkada Serentak 2020)
Pada kesempatan sebelumnya Bawaslu memaparkan selama masa kampanye, terdapat 2,3% pelanggaran protokol kesehatan atau sebanyak 2126 pelanggaran dari total 91.640 kampanye tatap muka.
Berdasarkan hasil survei SMRC itu, kata Tito, pengetahuan publik akan adanya Pilkada serentak ini meningkat signifikan. Bahkan, berdasarkan hasil survei pula, sebanyak 64 persen responden, menghendaki Pilkada tetap dilangsungkan.
Menurut Tito, hal ini menunjukkan kepercyaan yang tinggi dari masyarakat terhadap penyelenggaraan Pilkada. "Keinginan masyarakat untuk memilih atau 92 persen publik mengetahui ada Pilkada menunjukkan bahwa pemberitaan atau informasi mengenai Pilkada ini 92 persen diketahui publik," ucap Tito.
(Baca juga: Mendagri Ungkap Info dari Teman, Undangan Pilkada Sudah Ada Jam Pencoblosannya)
"Saya kira juga terbangun karena selama periode kampanye relatif dapat dikendalikan tidak terjadi kerumunan yang besar yang membuat klaster-klaster baru," kata Tito saat memberi sambutan dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Tahapan Pemungutan Suara Pilkada Serentak 9 Desember 2020 di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kemendagri, di Jakarta, Selasa (8/12/2020).
(Baca juga: DPR Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Kawal Pilkada Serentak 2020)
Pada kesempatan sebelumnya Bawaslu memaparkan selama masa kampanye, terdapat 2,3% pelanggaran protokol kesehatan atau sebanyak 2126 pelanggaran dari total 91.640 kampanye tatap muka.
Berdasarkan hasil survei SMRC itu, kata Tito, pengetahuan publik akan adanya Pilkada serentak ini meningkat signifikan. Bahkan, berdasarkan hasil survei pula, sebanyak 64 persen responden, menghendaki Pilkada tetap dilangsungkan.
Menurut Tito, hal ini menunjukkan kepercyaan yang tinggi dari masyarakat terhadap penyelenggaraan Pilkada. "Keinginan masyarakat untuk memilih atau 92 persen publik mengetahui ada Pilkada menunjukkan bahwa pemberitaan atau informasi mengenai Pilkada ini 92 persen diketahui publik," ucap Tito.
Lihat Juga :