Ketika Ibu Tidak Lagi Mendongeng untuk Anaknya
Rabu, 09 Desember 2020 - 06:45 WIB
loading...
A
A
A
Kebiasaan ibu membacakan cerita atau mendongeng dapat membuat anak mengenal banyak karakter manusia, hewan dan lingkungan sekitarnya. Hal demikian akan melatih daya ingat dan empati anak pada sesama makhluk hidup dan lingkungannya. Kebiasaan membaca yang didapatkan dari ibu dapat mengalihkan perhatian anak dari aktivitas kurang bermanfaat seperti bermain game atau kecanduan gadget.
Riset dari Cincinnati Children's Hospital Medical Centre mengungkapkan, ternyata ada efek sangat baik terhadap otak anak, saat ia mendengarkan cerita dalam sebuah buku.
Dengan menggunakan functional magnetic resonance imaging (fMRI), peneliti menemukan aktivasi otak secara signifikan sangat besar ketika anak terlibat dalam membacakan buku cerita. Penelitian yang melibatkan sekitar 20 anak itu menunjukkan bahwa ketertarikan terhadap buku yang dibacakan seorang ibu pada anaknya telah meningkatkan aktivitas di sisi kanan otak serebelum. Ini merupakan area otak yang mendukung penyempurnaan keterampilan kognitif, peningkatan memori, pemecahan masalah dan memberikan perhatian (Mother & Baby, 5/6/2017).
Dr John Hutton, pemimpin dari penelitian ini mengatakan, orang tua harus lebih terlibat saat membaca bersama anak, mengajukan pertanyaan, meminta mereka membalik halaman, dan berinteraksi satu sama lain. Temuan penelitian menggarisbawahi pentingnya keterlibatan orang tua dalam membacakan buku untuk anak tanpa gangguan gadget yang menjadi penghalang paling umum yang harus dihindari.
Ayolah Bacakan Kembali Cerita Atau Mendongeng Ibu
Awalnya kegiatan ini bernama "Alla Beratteres Dag" (All Storytellers Day) atau berarti Hari Pendongeng. Hari Dongeng Sedunia atau World Storytelling Day, mengutip dari laman www.globalstorytellingday.org jatuh setiap tanggal 20 Maret.
Dunia telah menyepakati sebagai hari perayaan global dalam seni bercerita secara lisan alias mendongeng. Perayaan mendongeng rutin dirayakan setiap tahun, bertepatan dengan peristiwa Ekuinoks. Ekuinoks adalah saat matahari tepat melewati garis ekuator bumi. Hari itu merupakan awal musim semi di belahan bumi utara dan awal musim gugur di belahan bumi di Selatan.
Cara memperingati Hari Dongeng Sedunia melalui sebanyak mungkin orang di berbagai tempat di penjuru dunia, menceritakan dan mendengarkan kisah dongeng sebanyak mungkin, dengan beragam bahasa pada siang dan malam hari. Para peserta yang terlibat bisa saling bercerita tentang kisahnya sendiri atau berbagi cerita yang menginspirasi untuk saling belajar, sekaligus menciptakan hubungan antarmanusia. Di Indonesia Hari Dongeng Sedunia ditandai dengan berbagai kegiatan mendongeng dalam berbagai skala. Kegiatan ini bertujuan memperkuat literasi anak, sekaligus transformasi budaya.
Kebiasaan ibu membacakan cerita atau mendongeng mampu memberikan pengaruh positif pada anak. Aktifitas membaca yang ditanamkan sebagai kebiasaan sejak anak-anak, berguna dalam mendukung keberhasilan akademis, sosial dan ekonomi mereka kelak. Dengan menirukan kebiasaan membaca dari ibunya, mereka akan terhindar dari masalah kemampuan membaca, menulis dan berhitung sejak dini.
Dengan menirukan kebiasaan membaca ibu sejak mula, anak akan mampu menguasai lebih banyak kosakata dan motoriknya berkembang lebih sempurna. Hal demikian itu dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka dalam berinteraksi sosial.
Ayolah bacakan kembali cerita atau mendongeng apa saja ibu, anak-anakmu pasti sangat menyukainya…!
Riset dari Cincinnati Children's Hospital Medical Centre mengungkapkan, ternyata ada efek sangat baik terhadap otak anak, saat ia mendengarkan cerita dalam sebuah buku.
Dengan menggunakan functional magnetic resonance imaging (fMRI), peneliti menemukan aktivasi otak secara signifikan sangat besar ketika anak terlibat dalam membacakan buku cerita. Penelitian yang melibatkan sekitar 20 anak itu menunjukkan bahwa ketertarikan terhadap buku yang dibacakan seorang ibu pada anaknya telah meningkatkan aktivitas di sisi kanan otak serebelum. Ini merupakan area otak yang mendukung penyempurnaan keterampilan kognitif, peningkatan memori, pemecahan masalah dan memberikan perhatian (Mother & Baby, 5/6/2017).
Dr John Hutton, pemimpin dari penelitian ini mengatakan, orang tua harus lebih terlibat saat membaca bersama anak, mengajukan pertanyaan, meminta mereka membalik halaman, dan berinteraksi satu sama lain. Temuan penelitian menggarisbawahi pentingnya keterlibatan orang tua dalam membacakan buku untuk anak tanpa gangguan gadget yang menjadi penghalang paling umum yang harus dihindari.
Ayolah Bacakan Kembali Cerita Atau Mendongeng Ibu
Awalnya kegiatan ini bernama "Alla Beratteres Dag" (All Storytellers Day) atau berarti Hari Pendongeng. Hari Dongeng Sedunia atau World Storytelling Day, mengutip dari laman www.globalstorytellingday.org jatuh setiap tanggal 20 Maret.
Dunia telah menyepakati sebagai hari perayaan global dalam seni bercerita secara lisan alias mendongeng. Perayaan mendongeng rutin dirayakan setiap tahun, bertepatan dengan peristiwa Ekuinoks. Ekuinoks adalah saat matahari tepat melewati garis ekuator bumi. Hari itu merupakan awal musim semi di belahan bumi utara dan awal musim gugur di belahan bumi di Selatan.
Cara memperingati Hari Dongeng Sedunia melalui sebanyak mungkin orang di berbagai tempat di penjuru dunia, menceritakan dan mendengarkan kisah dongeng sebanyak mungkin, dengan beragam bahasa pada siang dan malam hari. Para peserta yang terlibat bisa saling bercerita tentang kisahnya sendiri atau berbagi cerita yang menginspirasi untuk saling belajar, sekaligus menciptakan hubungan antarmanusia. Di Indonesia Hari Dongeng Sedunia ditandai dengan berbagai kegiatan mendongeng dalam berbagai skala. Kegiatan ini bertujuan memperkuat literasi anak, sekaligus transformasi budaya.
Kebiasaan ibu membacakan cerita atau mendongeng mampu memberikan pengaruh positif pada anak. Aktifitas membaca yang ditanamkan sebagai kebiasaan sejak anak-anak, berguna dalam mendukung keberhasilan akademis, sosial dan ekonomi mereka kelak. Dengan menirukan kebiasaan membaca dari ibunya, mereka akan terhindar dari masalah kemampuan membaca, menulis dan berhitung sejak dini.
Dengan menirukan kebiasaan membaca ibu sejak mula, anak akan mampu menguasai lebih banyak kosakata dan motoriknya berkembang lebih sempurna. Hal demikian itu dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka dalam berinteraksi sosial.
Ayolah bacakan kembali cerita atau mendongeng apa saja ibu, anak-anakmu pasti sangat menyukainya…!
(dam)
Lihat Juga :