Tangkal Hoaks, KPU-AMSI Bentuk Cek Fakta Pilkada 2020
Senin, 07 Desember 2020 - 03:15 WIB
loading...
A
A
A
Menurut komisioner KPU dua periode ini, sebelumnya hoaks itu hanya menyangkut institusi, tapi lama-lama hoaks masuk ke ruang privat. Misalnya bukan lagi menyerang KPU, tapi menyerang personal Arief Budiman. Uniknya, sebagian besar masyarakat masih menelan dan menerima informasi hoaks itu tanpa melakukan pengecekan.
“Kick off Cek Fakta Pilkada menjadi sangat penting. Jauh lebih penting kick off ini harus mampu disebarluaskan secara publik. Bukan hanya kita di forum webinar ini, akan lebih bermanfaat jika publik paham untuk melakukan mekanisme cek fakta, sehingga mereka tidak salah dalam membuat kebijakan,” harap Arief.
Fakta bahwa yang percaya terhadap hoaks bukan hanya orang biasa, tapi termasuk orang intelek. Ia pun memiliki pengalaman itu dengan beberapa koleganya karena termakan hoaks itu. Hal ini bukti bahwa orang intelek ini ternyata bisa termakan hoaks. Apalagi, hampir di semua tahapan pemilu dan pemilihan semua menggunakan dukungan teknologi informasi, salah satunya media sosial (medsos).
“Tentu kami membutuhkan kerja sama banyak pihak, menangkal, menanggulangi, mencari solusi, kami tidak mampu melakukan sendiri, maka dukungan banyak pihak menjadi penting. Jadi bukan hanya memberikan manfaat bagi KPU dan AMSI tapi masyarakat dan publik,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Umum Amsi Wenselaus Manggut berterima kasih atas kesediaan KPU untuk bekerja sama dengan AMSI. Sebab hoaks ini sangat marak sekali dan butuh kerja sama lintas stakeholder termasuk juga stakeholder pemilu.
“Kick off Cek Fakta Pilkada menjadi sangat penting. Jauh lebih penting kick off ini harus mampu disebarluaskan secara publik. Bukan hanya kita di forum webinar ini, akan lebih bermanfaat jika publik paham untuk melakukan mekanisme cek fakta, sehingga mereka tidak salah dalam membuat kebijakan,” harap Arief.
Fakta bahwa yang percaya terhadap hoaks bukan hanya orang biasa, tapi termasuk orang intelek. Ia pun memiliki pengalaman itu dengan beberapa koleganya karena termakan hoaks itu. Hal ini bukti bahwa orang intelek ini ternyata bisa termakan hoaks. Apalagi, hampir di semua tahapan pemilu dan pemilihan semua menggunakan dukungan teknologi informasi, salah satunya media sosial (medsos).
“Tentu kami membutuhkan kerja sama banyak pihak, menangkal, menanggulangi, mencari solusi, kami tidak mampu melakukan sendiri, maka dukungan banyak pihak menjadi penting. Jadi bukan hanya memberikan manfaat bagi KPU dan AMSI tapi masyarakat dan publik,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Umum Amsi Wenselaus Manggut berterima kasih atas kesediaan KPU untuk bekerja sama dengan AMSI. Sebab hoaks ini sangat marak sekali dan butuh kerja sama lintas stakeholder termasuk juga stakeholder pemilu.
Lihat Juga :