Rakernas Lazismu untuk Masa Kerja 2021, Begini Pesan Haedar Nashir
Sabtu, 05 Desember 2020 - 12:22 WIB
loading...
A
A
A
Adapun, semangat ZIS ini tidak hanya direpresentasikan oleh Lazismu, melainkan oleh seluruh elemen umat Islam. Islam menempatkan zakat sebagai kewajiban yang melekat dengan rukun Islam.
Oleh karena itu, tidak mungkin Nabi Muhammad SAW menjadikan zakat ke dalam rukun Islam bila instrumen ini tidak dipandang penting. Tak hanya itu, lanjut Haedar, zakat juga sesuatu yang sangat mendasar, fungsional, dan strategis bagi kehidupan umat Islam maupun kehidupan manusia.
“Namun, boleh jadi zakat dan haji merupakan ibadah dan rukun Islam yang tak mudah karena ada batas kemampuan. Tetapi, justru kekhasan dari zakat, infak, dan sedekah sangat positif bagi umat Islam,” sambung Haedar.(Baca juga: Mencari Calon Presiden 2024 )
Menurut dia, jika umat Islam ingin menjadi khoiru ummah (umat terbaik) yang melahirkan baldatun thoyyibatun wa Robbun Ghofur atau negara sejahtera yang diampuni oleh Tuhan maka ZIS harus diletakkan sebagai salah satu fondasi yang penting.
Di dalam Alquran, zakat selalu disandingkan dengan salat. Maka, zakat merupakan elemen yang melekat dalam hablun minallah (hubungan dengan Allah) namun memiliki fungsi hablun minannas (hubungan dengan manusia).
Haedar juga menyebut bahwa spirit kapitalistik telah melekat dalam ajaran Islam. Justru bukan sebagai medium yang lepas dari ajaran Islam, tetapi ada ajaran teologisnya. Termasuk hadis Nabi Muhammad SAW yang memerintahkan umat Islam untuk menjadi tangan yang di atas, bukan di bawah.
Oleh karena itu, tidak mungkin Nabi Muhammad SAW menjadikan zakat ke dalam rukun Islam bila instrumen ini tidak dipandang penting. Tak hanya itu, lanjut Haedar, zakat juga sesuatu yang sangat mendasar, fungsional, dan strategis bagi kehidupan umat Islam maupun kehidupan manusia.
“Namun, boleh jadi zakat dan haji merupakan ibadah dan rukun Islam yang tak mudah karena ada batas kemampuan. Tetapi, justru kekhasan dari zakat, infak, dan sedekah sangat positif bagi umat Islam,” sambung Haedar.(Baca juga: Mencari Calon Presiden 2024 )
Menurut dia, jika umat Islam ingin menjadi khoiru ummah (umat terbaik) yang melahirkan baldatun thoyyibatun wa Robbun Ghofur atau negara sejahtera yang diampuni oleh Tuhan maka ZIS harus diletakkan sebagai salah satu fondasi yang penting.
Di dalam Alquran, zakat selalu disandingkan dengan salat. Maka, zakat merupakan elemen yang melekat dalam hablun minallah (hubungan dengan Allah) namun memiliki fungsi hablun minannas (hubungan dengan manusia).
Haedar juga menyebut bahwa spirit kapitalistik telah melekat dalam ajaran Islam. Justru bukan sebagai medium yang lepas dari ajaran Islam, tetapi ada ajaran teologisnya. Termasuk hadis Nabi Muhammad SAW yang memerintahkan umat Islam untuk menjadi tangan yang di atas, bukan di bawah.
Lihat Juga :