Usung Puan atau Ganjar sebagai Capres, Siapa Lebih Menguntungkan PDIP?

Sabtu, 05 Desember 2020 - 11:58 WIB
loading...
Usung Puan atau Ganjar...
PDI Perjuangan menghadapi dilema antara mengusung putri mahkota Puan Maharani atau Ganjar Pranowo. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - PDI Perjuangan menghadapi dilema antara mengusung 'putri mahkota' Puan Maharani atau Ganjar Pranowo . Puan merupakan putri dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang digadang-gadang bisa melanjutkan trah Soekarno untuk menjadi pemimpin masa depan meneruskan kekuasaan yang kini dipegang Joko Widodo (Jokowi).

Di sisi lain, Ganjar Pranowo adalah kader banteng moncong putih yang saat ini popularitas dan elektabilitasnya sedang meroket dan tertinggi dibandingkan kader PDIP lainnya, bahkan melampaui kandidat dari partai politik lainnya.

Pertanyaannya, siapa di antara dua nama itu yang bakal diusung PDI Perjuangan untuk maju sebagai calon presiden (capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang? Dan siapa yang lebih menguntungkan bagi PDI Perjuangan untuk diusung?(Baca juga: Pilpres 2024, Beranikah Ganjar Hengkang dari PDIP dan Lawan Titah Megawati? )

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengatakan, dari sisi politik, PDI Perjuangan seharusnya bisa melihat realitas popularitas dan elektabilitas Ganjar Pranowo. "Bahwa dengan mengusung Ganjar Pranowo maka mereka tidak akan kehilangan porsi kekuasaan karena Ganjar Pranowo selama ini kan tentu sangat loyal kepada PDIP. Jangan kemudian rasa ego sentris terhadap keluarga Soekarno itu kemudian menjadikan PDIP tidak mengusung orang yang seharusnya punya potensi kemenangan," kata pakar komunikasi politik Telkom University dan Universitas Muhammadiyah Jakarta ini, Sabtu (5/12/2020).

Menurut Dedi, hal yang menjadi persoalan bagi PDI Perjuangan adalah jika harus memaksakan mengusung Puan Maharani, meskipun saat ini memegang posisi puncak di Parlemen sebagai Ketua DPR, tapi elektabilitas dan popularitas Puan masih sangat rendah, jauh di bawah Ganjar Pranowo. Dibutuhkan upaya sangat ekstra untuk memompa popularitas dan elektabilitas Puan Maharani. Berbeda dengan Ganjar yang kini popularitas dan elektabilitasnya sedang berada di posisi teratas.

Hal yang harus juga menjadi pertimbangan PDI Perjuangan adalah jika memaksakan mengusung Puan, Ganjar bukan tidak mungkin bakal dipinang parpol lain untuk diusung menjadi capres. "Kalau titik berangkatnya (PDIP) dimulai dari Ganjar yang sudah lebih populer dibandingkan dengan Puan Maharani yang harus mendulang suara lebih banyak dibandingkan Ganjar, tentu Ganjar punya potensi untuk melakukan perlawanan," katanya. (Baca juga: Tak Direstui Megawati Jadi Calon Presiden 2024, Ganjar Berpotensi Dicalonkan Parpol Lain )

Bagi Ganjar, kata Dedi, bila pada kondisi tertentu Puan Maharani harus didahulukan dan Ganjar tidak lagi punya potensi untuk maju sebagai capres dari PDIP, hitung-hitungan politisnya perlu juga bagi Ganjar untuk mendapatkan restu dari parpol lain.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
PDIP Dorong Program...
PDIP Dorong Program MBG Beralih ke Dapur Berbasis Sekolah
PDIP: UU Polri Harus...
PDIP: UU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Kondisi Fiskal dan Moneter...
Kondisi Fiskal dan Moneter RI Disentil PDIP: Utang Harus Dibayar dengan Utang
Rekomendasi
Berawal dari HP Kentang,...
Berawal dari HP Kentang, Adang Haedaroh Sukses Jadi Kreator Gaming dengan 61 Ribu Followers
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Disambut Antusias, Jakarta Jadi Kota Terakhir Seleksi
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Iran vs Israel, Siapa Lebih Unggul?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved