Tingkatkan Imunitas dengan Diet Flexitarian
Sabtu, 05 Desember 2020 - 11:45 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, makanan dan minuman kekinian juga telah menjadi kebiasaan masyarakat. Padahal, makanan dan minuman tersebut komposisinya tinggi gula,garam,lemak,dan rendah serat. “Tidak ada sayur dan buah dan ditambah aneka gula, sebagian kolesterol hingga rendah vitamin dan mineral. Jika konsumsi gula berlebih, dia akan berikatan dengan kolagen, vitamin C itu banyak di sayur dan buah. Lalu siapa yang melindungi sel dari radikal bebas jika vitamin C masuk dihalangi gula berlebih, insulin juga akan naik, akan melemahkan imunitas,” papar dr Rita.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat bisa memulai gaya hidup sehat dengan menerapkan metode flexitarian yang kaya sayur dan buah. Seperti diketahui bahwa dua bahan tersebut memiliki peran, di antaranya untuk optimalisasi berbagai reaksi metabolisme tubuh, sebagai sumber air, sumber serat, dan kaya vitamin dan mineral. Mengonsumsi sayuran yang sarat nilai gizi dan kandungan nutrisi baik untuk jaga imunitas tubuh.
Sebaiknya saat mengonsumsi sayur harus dimasak dengan cara yang tepat agar kandungan gizinya tidak hilang. Sayur bisa ditumis sebentar saja. Anda dapat membuat tumisan dengan satu jeniss ayuran saja atau kombinasi, misalnya sayuran bayam yang ditumis bersama bawang putih dengan nilai gizi vitamin A, vitamin B, vitamin C, serta kalsium, asam folat, zat besi dan potasium yang baik untuk ibu hamil mau pun orang yang ingin menjaga tekanan darah tetap sehat.
Pilihan sayur lainnya adalah tumis brokoli dengan kandungan vitamin C serta serat yang baik untuk menjaga pencernaan tetap sehat. Brokoli juga mengandung protein, karbohidrat, serta berbagai jenis vitamin, termasuk vitamin A, vitamin B, vitamin C, dan vitamin K yang tentu saja baik untuk menjaga imunitas tubuh agar tetap fit.
Kedua jenis sayuran ini juga merupakan anti kanker. Kalau Anda memasaknya dengan rempah bawang putih, maka manfaat seperti menangkal batuk dan radang pun akan ikut terpenuhi. Sayuran hijau yang bisa menjadi menu untuk jaga daya tahan tubuh lainnya adalah buncis.
Buncis diklaim memiliki kandungan protein dan berbagai nutrisi penting lainnya, seperti asam amino yang dapat memperbaiki jaringan tubuh. Sayuran buncis juga memiliki kandungan yang dapat memelihara enzim dan menjaga sistem organ tetap berfungsi baik.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat bisa memulai gaya hidup sehat dengan menerapkan metode flexitarian yang kaya sayur dan buah. Seperti diketahui bahwa dua bahan tersebut memiliki peran, di antaranya untuk optimalisasi berbagai reaksi metabolisme tubuh, sebagai sumber air, sumber serat, dan kaya vitamin dan mineral. Mengonsumsi sayuran yang sarat nilai gizi dan kandungan nutrisi baik untuk jaga imunitas tubuh.
Sebaiknya saat mengonsumsi sayur harus dimasak dengan cara yang tepat agar kandungan gizinya tidak hilang. Sayur bisa ditumis sebentar saja. Anda dapat membuat tumisan dengan satu jeniss ayuran saja atau kombinasi, misalnya sayuran bayam yang ditumis bersama bawang putih dengan nilai gizi vitamin A, vitamin B, vitamin C, serta kalsium, asam folat, zat besi dan potasium yang baik untuk ibu hamil mau pun orang yang ingin menjaga tekanan darah tetap sehat.
Pilihan sayur lainnya adalah tumis brokoli dengan kandungan vitamin C serta serat yang baik untuk menjaga pencernaan tetap sehat. Brokoli juga mengandung protein, karbohidrat, serta berbagai jenis vitamin, termasuk vitamin A, vitamin B, vitamin C, dan vitamin K yang tentu saja baik untuk menjaga imunitas tubuh agar tetap fit.
Kedua jenis sayuran ini juga merupakan anti kanker. Kalau Anda memasaknya dengan rempah bawang putih, maka manfaat seperti menangkal batuk dan radang pun akan ikut terpenuhi. Sayuran hijau yang bisa menjadi menu untuk jaga daya tahan tubuh lainnya adalah buncis.
Buncis diklaim memiliki kandungan protein dan berbagai nutrisi penting lainnya, seperti asam amino yang dapat memperbaiki jaringan tubuh. Sayuran buncis juga memiliki kandungan yang dapat memelihara enzim dan menjaga sistem organ tetap berfungsi baik.
Lihat Juga :